Siap Nikah atau Pengen Nikah? Apa sih bedanya?

siap nikah atau pengen nikah?
Siap nikah? Yakin? Atau cuma sekedar pengen aja?

Fenomena nikah muda saat ini sudah mulai marak. Baik itu karena taarufan, dijodohkan, ataupun kece…………………nderungan untuk melestarikan keturunan.  ?

Trend ini bisa dibilang masih lebih baik daripada trend pacaran bebas yang mengerikan itu.

Hanya saja, perlu kita waspadai. Karena ternyata, banyak remaja menikah bukan karena dia siap nikah. Tapi karena dia pengen nikah saja.

Pengen nikah disini bukan sekedar ‘ada rencana menikah’, tapi sudah sampai tahap akut dimana seseorang ‘selalu kepikiran nikah dan menganggap menikah jadi satu satunya solusi’.

Kenapa bisa pengen nikah? Ada banyak sebab. Misalnya, karena dia terlanjur sayang sama seseorang. Terlanjur pacaran lama, lalu rasa sayang makin dalam. Pas dikasih tahu kalau pacaran itu haram. Mereka nggak bisa putus karena udah terlanjur lama bersama.

Baca juga : https://nikahasik.com/perjuangan-menikah-muda/

Menikah jadi solusi. Meski mereka sadar persiapan mereka minim sekali.

Ada juga yang pengen nikah karena dia bosan dengan keadaannya saat ini. Bosan dengan skripsi yang nggak kelar kelar. Bosan dengan keadaan rumah yang banyak konflik. Atau bisa juga bosan dengan lingkungan yang tidak nyaman.

Yang jelas, dia menganggap dengan menikah dia akan bisa melarikan diri dari situasi yang dia hadapi sekarang.

Hal semacam ini yg bikin rumah tangga jadi berat nantinya. Karena menikah tanpa persiapan apa apa. Cuma modal pengen.

Apalagi yang belum menyadari bahwa menikah memiliki banyak tantangan dan kerumitan sendiri. Mereka yang menganggap pernikahan adalah sebuah utopia kebahagiaan tiada akhir saja.

siap nikah muda

Apa salah satu indikator seseorang tidak siap nikah? Buktinya restu orang tua belum didapat. Harusnya kalau udah punya niat pengen nikah. Udah siap nikah, jauh-jauh hari sebelum punya calon udah dikomunikasikan dengan baik. Sering-sering diskusi sama ortu soal kemungkinan menikah muda.
Pahamilah dulu hatimu. Apakah kamu siap nikah atau hanya pengen nikah saja?

selain itu, kalau kamu memang siap nikah, dana bukan persoalan. bukan seberapa besar modal yang kamu punya. tapi seberapa mantap kamu bisa meyakinkan calonmu dan keluarganya untuk menikahkan dengan berapa pun modal kamu. toh, besaran mahar, seserahan dan budget acara sangat beragam besar kecilnya. Semua hanya masalah negoisasi.

apa indikator siap nikah lainnya? ilmu pernikahan. yang satu ini tidak diajarkan di sekolah ataupun bangku perkuliahan. kamu harus aktif mencari dari sumber buku, seminar, ataupun sharing pengalaman dengan orangtua.

Dan kalau kamu memang belum siap nikah, maka berbenah segera. Banyak belajar dan banyak mempersiapkan diri.

Putuskan pacarmu dan mulailah berusaha jadi baik.

Jaga pergaulan. Jangan pacaran. Jangan suka chat-chat mesra sama lawan jenis.

Kasihan kalau hatimu baper sebelum waktunya.

Seringkali orang pacaran hanya untuk main-main. Tapi saat semua jadi serius dan restu orangtua belum turun…ini awal yang bikin situasi jadi rumit. Pacaran itu jelas salah, tapi menikah dini tanpa persiapan juga kadang sangat berat dijalani.

Kami tidak mendukung nikah muda atau nikah tua. tapi kami mendukung nikah dewasa, jika ingin menikah diusia muda maka dewasa lah diusia muda. sering sering muhasabah mba, check niat apakah benar karena faktor internal atau eksternal. apakah benar karena Allah atau takut sidoi pergi. kalo ingin nikah maka nikah dengan jodoh dunia dan akhirat, karena sekedar nikah aja itu mudah. tapi nikah sampai akhirat itu yang susah. butuh persiapan yang matang.

Jadi, siapkah kamu?

8 thoughts on “Siap Nikah atau Pengen Nikah? Apa sih bedanya?

  1. assalammualaikum,
    Saya mau bertanya, di mna seorang wanita yang mempunyai pacar dan dia telah lama pacaran kurang lbih 4-5th. Dan wanita itu ketmu sama seorang laki2 teman lamax, dan laki2 tersebut ada niat ingin menikahix and memprjuangi sih cwe, di sisih lain cwe trsebut blm bisa tinggali pacarx alsanya pacran udah lama and di sisih lain juga cwe itu tidak mau cwo y niat and serius menikahix menjauh darix… apa pendapatx sahabat

    1. waalaikumussalam… kalau si cewe memang beneran siap nikah, saran kami lebih baik menikah saja. pertama katakan pada si pacar bahwa apa yang mereka jalani selama ini nggak bener dari segi agama. lalu minta si pacar melamar dalam waktu dekat, misal dikasi waktu 3 minggu jangan kelamaan. kalau dalam 3 minggu si lelaki nggak datang maka lebih baik si wanita langsung menegaskan bahwa dia tidak ingin terikat hubungan tak halal ini dan segera meminta si lelaki satunya menghadap ayahnya. wallahu a’lam.

  2. Aku sedang menjalin hubungan dg seseorang, orang tua selalu menanyakan apakah dia serius atau tidak, aku tantang dia buat menemui orang tua ku tapi ia selalu minta waktu untuk menyiapkan mental dia bilang. Entah kenapa aku komunikasi lagi dengan mantan ku dlu, alasanya aku pgn benerin silaturahmi yg sudah beberapa tahun tidak terjalin,aku juga ingin minta maaf buat segala kesalahanku dulu. Dan ternyata dia tiba2 mengungkapkan perasaan nya yg gak berubah, dia berniat serius. Aku tantang saja supaya dia bicara sama orang tuaku. Dan gak muluk2 min dia lgsg telfon ibuku dn mengutarakan maksutnya padahal sebelum nya belum pernah saling kenal ( dia nlp karena posisi nya lg training kerja di luar negara) setelah pulang dia menemui orang tua ku. Entah kenapa saya melihat dia tuh sudah sangat mantap dan gak ada kapoknya balik sama saya.. dia siap mengingkat saya, dia menantang saya emang pengen cepet2 dinikahin? Karna saya masih muda, saya bilang nanti dulu masih mau cari modal, karna target kita sama insya Allah jika berjodoh tinggal menunggu bbrapa tahun lagi. Dia masih bekerja, dan mengumpulkan modal untuk usaha sendiri . Tapi min disisi lain, pacar sya juga sudh bilang serius sma ortu nya, bapaknya bilang setelah pulang dari kota dia akan menemui ortu saya (karna kondisi pacar saya susah libur jadi ortu yg mewakilkan) yg bikin saya sedih, ternyata pacar ku itu bukan nya gak serius, tp emg bener2 nunggu wkt yg pas buat bicara sama ortu nya. Tapi kalo masalah target nikah dia lebih lama lagi, sedangkan usia kami hanya berbeda bbrapa bulan saja.. maaf min jadi curhat? tapi saya bner2 bingung harus gimana, dua dua nya serius dan sudah mengikutsertakan orang tua, hanya perbedaan wkt saja… mhon pencerahannya min,Terimakasih sebelumnya

    1. kalau kami lihat, mbak sendiri belum siap menikah. dan masih butuh waktu minimal satu dua tahun lagi. baiknya jangan nantangin orang kalau belum siap dihalalkan. dan lebih lagi, jangan pacaran, karena bisa mendekati zina. apalagi kalau si lelaki (baik pacar maupun mantan) masih butuh waktu untuk menikahi dengan alasan mental, karir, kesibukan dll. jangan ya.. untuk masalah menyambung silaturahim dengan mantan kami sudah pernah bahas, silahkan dicek di artikel lama kami. kemudian apabila mba sudah benar benar siap dinikahi, katakanlah tahun ini siap nikah dan mereka berdua maju melamar, maka istikharahlah. Dan ingat, kalaupun dia sudah datang melaamr, tapi kemudian ngajakin tunangan (nikahnya beberapa tahun lagi), maka ingatlah bawha tunangan tidak ada dalam islam. dan tidak mengubah status hubungan dua insan (tetap haram).

  3. Melihat semua teman sudah menikah, rasa ingin itu selalu ada. Tapu saya gak mau pacaran. Kadang saya juga bingung sendiri gimana mau menikah tanpa pacaran. Tapi saya yakin saya akan menikah di waktu yang tepat. Entah ini rasanya siap menikah atau ingin menikah 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *