Putus Pacaran, Kisahnya Mengharukan!

Siang tadi, kami menerima DM dari mbak @ressanovira, salah satu follower instagram NikahAsik, yang menceritakan pengalaman pribadinya ketika putus pacaran dan berusaha memperbaiki diri :

motivasi banget buat para jomblo??? khususnya buat aku (dulu waktu jomblo) hehe.. suka tiap baca postingan postingannya dan Alhamdulillah aku juga ngalamin sama yg suka ada postingan @nikahasik dulu sering galau banget pas waktu sendiri tapi tiap liat dan baca postingan disini jadi yakin dan ga perlu takut sama status jomblo yg harus kita lakuin cuma ttep sabar tawaqal dan terus memperbaiki diri sendiri.
dan sperti mimpi sya ktemu dgn seorang pria yg kini sudah jadi suamiku.. bulan maret kita di pertemukan 2 minggu stelah itu kita saling temu keluarga utk merencanakan pernikahan bulan april persiapan semuanya dan bulan mei kita menikah.. Subhanallah ternyata benar adanyaa semua postingan postingan yg sering saya baca disini????
putus pacaran dan sabar dalam penantian

Masya Allah.. kami kagum. Lagi lagi Allah ﷻ‎ menunjukkan kuasaNya. Bahwa segitu mudahnya Dia mempertemukan seseorang dengan jodohnya. Setelah seseorang itu memutuskan untuk putus pacaran.

Seringkali, kita yang sempit hati dan kurang mempercayai ke Maha Kuasa an Allah ﷻ‎ dalam mengatur hidup kita. Seringkali, kita merasa bahwa kita tidak punya pilihan lain. Selain menjalani sesuatu yang sebenarnya tidak diperbolehkan dalam agama. Padahal, seandainya kita tetap bersabar dalam kesendirian pun, tetap saja sesuatu yang sudah ditentukan akan diberikan pada kita, takkan meleset. Bukankah begitu konsep rezeki?

Karena penasaran dengan cerita mba Ressa, kami pun meminta beliau bercerita kisah percintaannya yang unik dengan lebih lengkap. Mbak Ressa tidak keberatan dan bercerita kepada kami lewat whatsapp.

Begini penuturan beliau yang kami tulis ulang untuk anda :

Pertengahan tahun 2016, Bulan Juli, menjadi bulan paling berat dalam kisah cinta saya. Bulan dimana saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan saya dengan laki-laki yang sudah lama menjadi pacar saya. Saya putus pacaran dengannya setelah hampir 6 tahun bersama. Sudah lama, bahkan terlalu lama, tapi belum ada kepastian apa apa dari dirinya untuk melangkah ke pelaminan…

Akhirnya saya memilih mundur, putus pacaran karena saya semakin risih ditanya keluarga. Juga sebagai wanita, saya butuh kepastian. Namun, sepertinya laki-laki ini belum ada niat untuk menuju ke arah pernikahan meski hubungan kami sudah berlangsung lama.
Sejak saat itu saya memilih untuk sendiri. Sembari terus belajar menjadi lebih baik.

Saya juga bertekad tidak akan pernah mau dekat dengan laki laki kecuali laki laki itu datang pada orang tua saya dan memintaku utk jadi istrinya.

8 bulan berlalu dalam kesendirian. Saya merasa lelah. Sejak putus pacaran, saya mulai berpikir, tidak mungkin ada laki laki yang baru kenal akan langsung datang memintaku menjadi istrinya.

Saya resah, jangan jangan dulu kemauan saya putus pacaran itu salah? Apa saya yang kurang bersabar?

Berkaca dari pengalaman masa lalu saya. Dimana saya yang sudah menjalin hubungan bertahun tahun dan berkomitmen. Tapi nyatanya gagal juga karena tidak adanya keseriusan untuk menikah dari salah satu pihak. Apa mungkin, ada lelaki yang bisa langsung kenal dan serius? Adakah?

Galau, sedih, dan kesepian setiap hari selalu saya rasakan.

Dan selama masa kesendirian itu, saya nggak pernah kelewat buat liat postingan2 di @nikahasik. Setiap baca captionnya dan liat fotonya, perlahan bikin saya sadar : buat apa galau dan sedih, saya kan punya Allah.

Meski tak dipungkiri, kadang saya juga berfikir kalo liat cerita di postingan itu bener gak siih ada… pacaran setelah menikah emangnya ada? Apakah cuma ada di dalam kisah dongeng saja?

Ternyata, skenario Allah memang tak terduga.

Bulan Maret 2017, mungkin bulan yg paling indah saya rasakan. Semua berawal dari salah satu saudara saya. Tiba tiba saudara saya itu menitipkan salam dari seorang laki laki. Lelaki itu adalah sahabat saudara saya dan belum pernah saya temui sebelumnya. Dan lelaki itu bilang, dia mau bertemu dengan saya.

Dengan ditemani saudara, saya bertemu dengan si lelaki. ya, sekali saja kita bertemu saat itu. Saya benar benar tidak mengenalnya dan dia juga tidak mengenal saya. Saya sendiri curiga, sepertinya saudara saya itu mencoba untuk menjodohkan kami ?

Setelah pertemuan pertama itu, kami tidak bertemu lagi. Namun, tak disangka, seminggu kemudian dia kirim pesan bahwa dia ingin berniat baik untuk menikahi saya.

Saya kaget bukan kepalang! masaa iyaa baru kenal kok mendadak ngajak nikah? Ini Seriusan?

Akhirnya karena tidak percaya, saya tantang dia, saya katakan padanya: datang saja ke rumah bilang sama bapak.

Dan benar, besok hari dia datang ke rumah dan bicara sama bapak saya….ahhhh entah lah perasaan saya saat itu sperti melayang gak percaya nangiiiiss bahagiaa… (oke ini lebay, tapi beneran. Rasanya Masya Allah tak tergambarkan)

Seminggu kemudian dia membawa orang tuanya ke rumah dan menentukan tanggal dan bulan pernikahan.. kita hanya kenal 2 minggu dan sudah menentukan tanggal nikah! Ini kan gila!

Selama satu bulan kami mempersiapkan semuanya. Segala sesuatu yang dibutuhkan untuk acara pernikahan. Dan alhamdulillah, pada tanggal 7 Mei kami melangsungkan pernikahan…

SAH di hadapan keluarga dan penghulu. Sebuah kisah cinta yang resmi secara agama dan negara. Alhamdulillaaaah!

Sungguh saya termotivasi banget sama semua postingan di nikahasik ??

Sebuah babak baru kehidupan saya dimulai. Lunas sudah semua kegalauan dan kesedihan saya, tersapu habis oleh sebuah janji suci akad nikah. Saya akan memulai perjalanan saya dari sini. Dengan peran baru, sebagai seorang istri.

Kejutan dariNya rupanya tak berhenti disini. Kabar bahagia datang lagi. Alhamdulillah tak lama setelah menikah, saya langsung dikaruniai kehamilan. Pertengahan Juni, periksa ke bidan, sudah isi 3 minggu. Sampai sekarang, usia kehamilan saya sudah menginjak 7 minggu. Masya Allah…

hanya butuh 4 bulan dari ketemu lamaran nikah dan sekarang hamil. Singkat. Sama seperti kisah dongeng yang saya idamkan. Alhamdulillah.

putus pacaran namun dihalalkan lelaki lain

Semoga semakin banyak generasi muda yang menyadari bahaya pacaran dan memilih untuk putus pacaran.

Jadikan ini trend : putus pacaran, lanjut lamaran!

Atau : putus pacaran, sendiri dalam perbaikan!

Berani?

36 thoughts on “Putus Pacaran, Kisahnya Mengharukan!

  1. Kalau punya masa lalu kelam dan mendambakan calon suami Sholeh apa pantas? Hampir sama dengan kisah mbak Ressa, sudah 3 tahun pacaran dan memilih untuk mengakhiri Krn tidak ada kepastian.

    1. Kalau memang sudah taubat nasuha, kenapa nggak? Intinya jangan putus asa dengan rahmat Allah ﷻ‎. Terus berusaha jadi baik.

    2. Islam tidak pernah memandang masalalu seseorang yang telah berhijrah. Islam mengajarkan untuk memandang kedepan (kecuali dibuat pelajaran untk menjadi lebih baik)

  2. Semoga saya juga bisa seperti mbak. Stop pacaran inginnya halal. Bismillah ya. Doakan saya segera bertemu jodoh dunia akhirat ????

  3. MasyaAllah sngat mengharukan kisahnya.. Saat ini sy jg lg proses perbaikan diri. . Memutuskan utk jombo sampai halal. . Smoga Allah sgera gantii dg yg lbh baik ,dg cara yg baik ,dan di tmpat yg baik aamiin ya Allah

  4. MasyaAllah sngat mengharukan kisahnya.. Saat ini sy jg lg proses perbaikan diri. . Memutuskan utk jombo sampai halal. . Smoga Allah sgera gantii dg yg lbh baik ,dg cara yg baik ,dan di tmpat yg baik aamiin ya Allah

  5. Luar biasa. Insyaallah saya ingin sendiri dlm perbaikan semoga istiqomah. Karena sudah 6 bln saya putus dgn mantan pacar dan berniat untuk jomblo sampai halal ???

  6. Saya juga kurang lebih sama dengan cerita mbak resa yg sudah menjalin hbungan lama pada akhirnya putus. Sekarang sy ingin memperbaiki diri, dan berharap berdoa semoga jodoh yg Allah janjikan akan segera dipertemukan aamiin

  7. Assalamualaikum min, saya baru aja 2 hari putus sama pacar saya. Dan saya Alhamdulillah sekali karena ini kesempatan saya untuk sendiri dan menjadi lebih baik. Doakan ya min supaya bisa seperti mba Ressa

  8. Luar biasa….semoga penantian saya hampir 2 tahun ini terus memperbaiki diri bisa mengantarkan pada kisah yang sama dengan mba @ressanovira 🙂

  9. Ceritanya saya hampir sama dengan cerita mba Ressa, menjalin hubungan hampir 6thn namun blm ada kepastian dari dirinya dan lagi selama kita menjalin hubungan pun pihak keluarga saya tidak merestui hubungan kita, akhirnya saya memutuskan untuk putus dengannya. Karena saya slalu ingat “Ridho orang tua itu Ridhonya Allah” dunia ini tiada yang lebih penting dari Ridho Allah terhadap kita maka akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengannya. Stelah putus saya memiliki keyakinan “rencana Allah jauh lebih baik dan indah, saya yakin Allah pasti sudah siapkan jodoh yang terbaik untuk saya hanya saja mungkin saat ini waktunya yang belum tepat untuk dipertemukan”. Saat ini aku hanya bisa bersabar, berusaha memperbaiki diri karenaNya, berdo’a meminta yang terbaik dariNya. Saya yakin dari kesabaran saya selama ini akan berbuah manis, indah pada waktunya?
    Mohon do’a yaa min agar saya slalu bisa terus belajar dan belajar untuk memperbaiki diri, tetap istiqomah??

  10. Serius nangis ngejer baca cerita ini, karena persis seperti apa yg saya alami.. Pcr.an 6thn ujung²Nya putus. Dan baru ini terjadi.. Dan entah mmbuat saya trauma jtuh cnt lg? Semoga kelak suatu saat ALLAH cpt mempertemukan hamba dgn jodoh hamba yg sholeh…

  11. ya hidup tanpa pacaran saya merasa lebih bahagia, meski awal”y sulit jg buat move on.
    tapi saya membatasi diri saya utk bersedih terlalu lama. semoga saja segera bertemu laki” yg serius ingin menikahi saya

  12. Masya Allah…
    sangat meng-inspirasi cerita yang dipaparkan oleh mba Ressa. Niat putus dengan pacar dan memilih jomblo sampai halal, dan akhirnya dipertemukan dengan Jodoh yang benar2 serius untuk melamar mba Ressa dan dengan cepat juga dikarunia anak. memang kisah hidup orang ber-beda2, ada yang diberi cepat, ada yang bertahap dan ada harus menunggu lama untuk dipertemukan dengan JODOHnya…!!!

  13. Saya jg pernah mengalami hal serupa. 2thn pacaran tnp kepastian, saya putuskan hubungan. Meluruskan niat & memperbaiki diri. Mjg ibadah wajib & mngejar sunnah yg byk tertinggal. Kdg pts asa, kdg pesimis blm lg mhadapi tekanan dr org tua & cemoohan dr tetangga.Tp tdk ada pilihan selain bersandar pdNya. 3th kemudian di bulan ramadhan, usai subuh saya menangis dlm doa memohon agar dberikan jln terbaik dr kekalutan ini. Tiba2 jam 6.30 saya terima tlp dr tmn yg mengajak saya utk berkenalan dgn tmn suaminya. Di luar dugaan 2x bertemu, dia katakan ingin menikah dgn saya. Sejak kenal hingga hari pernikahan hanya memakan waktu 2,5bln.
    5 minggu menikah saya hamil 4 minggu, alhamdulillah bersamaan dgn itu suami saya memdapat pekerjaan dgn gaji 2,5x lipat dr sebelumnya. Dgn itu jg saya mantap resign mjd ibu rmh tangga, profesi yg memang sdh lama saya impikan 🙂
    Alhamdulillaa
    “Nikmat mana lg yg kamu dustakan…”

  14. Masya Allah.. certa yang sangat menginspirasi . semoga aku bisa seperti mbak ressa.skrg lagi proses memantaskan diri semga dpertemukan sesegera mungkin dengan seseorang yang sedang berjuang memantaskan diri juga.amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *