Orangtua Belum Mengijinkan Menikah

pertanyaan mengenai mengapa orangtua belum mengijinkan menikah di bawah ini menarik untuk disimak…

orangtua belum mengijinkan menikah

Ustadz Khalid mengatakan hal yang benar. Orangtua yang mempersulit atau bahkan menghalangi anaknya menikah dalam kondisi si anak sudah siap dan mampu. Tentu orangtua semacam itu telah melakukan kesalahan. orangtua belum mengijinkan menikah anaknya tentu memiliki alasan.

Misalkan si anak dilarang menikah sebelum bisa menguliahkan adiknya sampai selesai, atau si anak dilarang menikah karena kakak kandungnya belum menikah (padahal si anak sudah siap secara ilmu dan mental).

Nah, yang menjadi masalah disini adalah, sebelum kita mengatakan siapa yang salah, kita harus mengetahui dulu secara detail kasusnya. kenapa orangtua belum mengijinkan menikah?

Hendaknya kita bersikap adil dalam masalah ini.

KASUS A :

Misal Si A kuliah dibiayai orangtua, makan dikasi orangtua, jajan minta orangtua. Kerja nggak punya, sifat kolokan.

Sambil kuliah si A juga nyambi pacaran. Kemana mana berdua. Terus karena sudah terlanjur sayang dan nggak mau kehilangan (padahal sikap masih belum dewasa), si A minta nikah sama orang tuanya.

Lalu ketika A minta nikah, ternyata sama ortu A dianggap belum pantas dan mampu.

Apakah A serta merta akan mengatakan ortu dia berdosa? padahal orangtua belum mengijinkan menikah dengan alasan yang kuat.

Justru yg jadi pertanyaan, kenapa si A yang belum siap nikah kok nekat pacaran?

Kuliah belum kelar, ilmu nikah belum punya, dikira menikah itu segampang pacaran dan isinya hanya senang senang berdua.
KASUS B :

Misalkan si B adalah anak yang tidak pacaran. Kuliah sambil bekerja. Dia bisa biayai kuliahnya sendiri. Bahkan dia bisa membantu ekonomi orangtuanya dari hasil kerjanya.

Meski usianya masih muda, dia sudah terlihat dewasa dalam sikap dan pergaulan. Sudah bisa mengambil keputusan dengan tenang. Sudah bisa bersikap bijak menyikapi tingkah adik adiknya.

Dia masih muda dan masih kuliah, tapi kepribadiannya begitu matang.

Dia lalu minta ijin baik2 sama ayahnya untuk menikah karena merasa cukup umur. Dia berjanji akan menyelesaikan kuliah dengan biaya sendiri setelah nikah. Dan bahkan dia bisa membiayai resepsi nikahnya dari tabungan dia sendiri.

Ayahnya kira-kira akan merestui nggak?

Bisa iya, bisa enggak.

Tapi dalam 2 kasus ini, kita bisa melihat bahwa ada penilaian berbeda untuk A dan B.

Dalam kasus B, orangtua yang menghalangi anaknya menikah mungkin saja telah melakukan hal yang salah.

Namun, dalam kasus A, orangtua belum mengijinkan menikah mungkin saja adalah hal yang benar.

Jadi jangan semata menilai sebelah pihak. Silahkan diukur diri sendiri.

Saya sih yakin bahwa sebagian besar ortu bisa menilai karakter anak dan tahu apa yg baik bagi anaknya.

Namun terkadang, banyak orangtua melarang anaknya yang sudah punya pacar untuk menikah. Semata mata karena belum tahu, anaknya ngapain aja selama pacaran.

Yang salah adalah pacarannya. Diam-diam pacaran atau terang-terangan pacaran di depan orangtua tetap saja salah. Rasulullah ﷺ ajarkan bagi yg belum mampu menikah untuk banyak puasa, bukan malah pacaran. Kalau tidak bisa menahan diri dari zina maka puasalah. Kalau sudah memang darurat ingin menikah (karena terlanjur pacaran kelewat batas) maka cobalah jujur katakan sama orangtua bahwa “saya sudah wajib hukumnya menikah karena saya sudah tidak bisa menahan diri dari bla bla bla”…

Yang sering menjadi masalah, kadang orang tua nggak tahu bahwa anaknya sudah sangat butuh menikah karena anaknya nggak mau terbuka dan jujur bahwa dia “darurat zina“. Anaknya tidak mau jujur sama orangtua dan terus bersikap sebagai anak manis yang polos di hadapan ibu bapaknya. Sehingga orangtua menilai bahwa anaknya pun belum butuh dinikahkan.
Seringkali sudah terlambat ketika orangtua tahu bahwa anaknya sudah berbuat jauh. Padahal orangtua di rumah mengira anaknya “bisa jaga diri”.

Ada juga orangtua yang tidak ambil pusing, mau pacaran mau enggak, pokoknya lulus kuliah dulu baru boleh nikah!

Padahal tidak semudah itu menjalani kuliah sambil pacaran. Suka banyak godaan. 😭

So… sekali lagi. Kuy kita bersikap adil menilai suatu masalah. Jangan sampai kita sudah punya pacar, terus orangtua belum mengijinkan menikah. Lantas cari cari alasan dengan memakai perkataan Ustadz Khalid.

Apalagi sampai ngatain orangtua berdosa. Sedih cuy!

bagaimana menurut kamu?

11 thoughts on “Orangtua Belum Mengijinkan Menikah

  1. Bagaimana jika sudah sama-sama bekerja dan sudah sama-sama mampu bertanggung jawab atas diri sendiri dan ketika meminta ijin untuk menikah orangtua dari pihak laki-laki belum menginjinkan menikah dengan alasan bahwa kakak dari pihak laki-laki baru saja melangsungkan pernikahan jadi orangtua dari pihak laki-laki belum mau mengijinkan dengan berkata “nanti dulu, baru kakakmu kemarin menikah masa tahun depan udah minta nikah lagi aja. Kumpulin uang dulu baru nikah”. Padahal kami berdua sudah menabung dan ingin menikah dengan resepsi yg sederhana namun pihak laki-laki kurang setuju dgn resepsi yg sederhana. Bagaimana cara kami membujuk agar orangtua dari pihak laki-laki merestui niat baik kami? Mohon penjelasannya.

    1. sebenarnya langkah yang tepat adalah mencari restu orangtua dahulu baru mencari calon taarufan, bukan sebaliknya. kalau sudah terlanjur seperti kasus mbak, saran kami coba di lobi orangtuanya barangkali mau akad nikah dahulu (bukan tunangan ya, tapi akad nikah). nanti resepsinya bisa tahun depan. hal ini dulu pernah dilakukan saudara kami, dimana dia akad nikah dulu dan bikin acara sederhana. sedangkan resepsinya dilaksanakan kemudian…

  2. Bagaimana hukumnya orangtua pihak laki2 yang menunda pernikahan dengan alsan anak laki2nya blm cukup membahagiakan org tuanya sdgkan keadaannya sudah wajib menikah. Tp laki2nya tdk berani jujur dan tkut apabila menentang org tua jd durhaka.

    1. mba Bunga yang baik.
      seharusnya kalau memang si anak belum direstui/diijinkan menikah, sejak awal dia nggak boleh taarufan (atau pacaran) dulu. pastikan dia dapat restu dulu, baru nyari calon yang baik. kalau sudah begini serba salah akhirnya. saran dari kami lebih baik putus dahulu sambil introspeksi dan mengevaluasi.

  3. Saya mau tanya dong saya sedang menjalani hubungan serius jika kami di beri kesehatan kami akan menjalankan acara yang di sebut khitbah. Hanya tetapi keluarga dari orang tua saya dan orang tua saya masih ketakutan ada penyesalan saat kami sudah memiliki ikatan atau saya sudah di lamar karna saya baru kenal 2 bulan. Sedangkan saya dan calon laki” tidak ingin berlama” kami menghindari dari dosa” atau zinah. Apa yang harus saya lakukan. Mohon jawabanya.

    1. mungkin sebaiknya sebelum taaruf dilobi dahulu orangtuanya. jadi mereka sudah benar benar mantap mengijinkan dan merestui. kalau sudah lanjut berjalan semacam ini, mungkin pertimbangkan satu diantara dua hal : bicara dari hati ke hati sama orangtua dan benar benar meminta restu mereka…. atau (kalau cara itu masih membuat orangtua kurang yakin) terpaksa anda harus merelakan untuk memutuskan dan membatalkan taaruf ini… semoga sih dengan anda bicara serius sama orangtua (bahkan siap membatalkan taaruf jika orangtua memang betul betul keberatan) justru membuat orangtua luluh dan merestui…

  4. Bagaimana dengan laki laki yang ingin cepat menikah dan orang tua laki laki yang menginginkan anak laki laki nya menikah. Namun si calon perempuan ingin menikah muda karna tidak ingin berlama lama. Takut dosa atau zina
    namun orang tua si perempuan belum mengizinkan karna alasan masih kuliah dan baru masuk semester 5. Dan memiliki kakak laki laki yang seumuran dengan si calon laki laki tetapi belum juga menikah. Mohon jawaban nya
    Terimakasih 😊

  5. Gimana kalau sudah terlanjur bablas tetapi dari pihak laki2 belum merestui pernikahan dengan alasan, harus lulus kuliah terlebih dahulu

  6. bagaimana jika bapak/ ibu dari pihak perempuan belum mengijinkan menikah tahun ini?, padahal anaknya sudah tunangan satu tahun yg lalu, dan dari pihak laki-laki sudah siap baik.. dan si anak perempuan juga sudah siap, mereka sama sama sudah bekerja sudah lulus kuliah.. biaya pun tidak merepotkan orang tua, jika orang tua permpuan belum mengijinkan juga, lantas harus bagaimana

    1. agak sedih ya, tunangan diijinkan tapi nikah tidak. gimana kalau gini, akad aja dulu, tapi hidup masih terpisah. nanti resepsinya bisa agak mundur. setidaknya kalau udah akad kan udah sah. kalau baru tunangan belum sah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *