Orangtua Belum Mengijinkan Menikah

pertanyaan mengenai mengapa orangtua belum mengijinkan menikah di bawah ini menarik untuk disimak…

orangtua belum mengijinkan menikah

Ustadz Khalid mengatakan hal yang benar. Orangtua yang mempersulit atau bahkan menghalangi anaknya menikah dalam kondisi si anak sudah siap dan mampu. Tentu orangtua semacam itu telah melakukan kesalahan. orangtua belum mengijinkan menikah anaknya tentu memiliki alasan.

Misalkan si anak dilarang menikah sebelum bisa menguliahkan adiknya sampai selesai, atau si anak dilarang menikah karena kakak kandungnya belum menikah (padahal si anak sudah siap secara ilmu dan mental).

Nah, yang menjadi masalah disini adalah, sebelum kita mengatakan siapa yang salah, kita harus mengetahui dulu secara detail kasusnya. kenapa orangtua belum mengijinkan menikah?

Hendaknya kita bersikap adil dalam masalah ini.

KASUS A :

Misal Si A kuliah dibiayai orangtua, makan dikasi orangtua, jajan minta orangtua. Kerja nggak punya, sifat kolokan.

Sambil kuliah si A juga nyambi pacaran. Kemana mana berdua. Terus karena sudah terlanjur sayang dan nggak mau kehilangan (padahal sikap masih belum dewasa), si A minta nikah sama orang tuanya.

Lalu ketika A minta nikah, ternyata sama ortu A dianggap belum pantas dan mampu.

Apakah A serta merta akan mengatakan ortu dia berdosa? padahal orangtua belum mengijinkan menikah dengan alasan yang kuat.

Justru yg jadi pertanyaan, kenapa si A yang belum siap nikah kok nekat pacaran?

Kuliah belum kelar, ilmu nikah belum punya, dikira menikah itu segampang pacaran dan isinya hanya senang senang berdua.
KASUS B :

Misalkan si B adalah anak yang tidak pacaran. Kuliah sambil bekerja. Dia bisa biayai kuliahnya sendiri. Bahkan dia bisa membantu ekonomi orangtuanya dari hasil kerjanya.

Meski usianya masih muda, dia sudah terlihat dewasa dalam sikap dan pergaulan. Sudah bisa mengambil keputusan dengan tenang. Sudah bisa bersikap bijak menyikapi tingkah adik adiknya.

Dia masih muda dan masih kuliah, tapi kepribadiannya begitu matang.

Dia lalu minta ijin baik2 sama ayahnya untuk menikah karena merasa cukup umur. Dia berjanji akan menyelesaikan kuliah dengan biaya sendiri setelah nikah. Dan bahkan dia bisa membiayai resepsi nikahnya dari tabungan dia sendiri.

Ayahnya kira-kira akan merestui nggak?

Bisa iya, bisa enggak.

Tapi dalam 2 kasus ini, kita bisa melihat bahwa ada penilaian berbeda untuk A dan B.

Dalam kasus B, orangtua yang menghalangi anaknya menikah mungkin saja telah melakukan hal yang salah.

Namun, dalam kasus A, orangtua belum mengijinkan menikah mungkin saja adalah hal yang benar.

Jadi jangan semata menilai sebelah pihak. Silahkan diukur diri sendiri.

Saya sih yakin bahwa sebagian besar ortu bisa menilai karakter anak dan tahu apa yg baik bagi anaknya.

Namun terkadang, banyak orangtua melarang anaknya yang sudah punya pacar untuk menikah. Semata mata karena belum tahu, anaknya ngapain aja selama pacaran.

Yang salah adalah pacarannya. Diam-diam pacaran atau terang-terangan pacaran di depan orangtua tetap saja salah. Rasulullah ﷺ ajarkan bagi yg belum mampu menikah untuk banyak puasa, bukan malah pacaran. Kalau tidak bisa menahan diri dari zina maka puasalah. Kalau sudah memang darurat ingin menikah (karena terlanjur pacaran kelewat batas) maka cobalah jujur katakan sama orangtua bahwa “saya sudah wajib hukumnya menikah karena saya sudah tidak bisa menahan diri dari bla bla bla”…

Yang sering menjadi masalah, kadang orang tua nggak tahu bahwa anaknya sudah sangat butuh menikah karena anaknya nggak mau terbuka dan jujur bahwa dia “darurat zina“. Anaknya tidak mau jujur sama orangtua dan terus bersikap sebagai anak manis yang polos di hadapan ibu bapaknya. Sehingga orangtua menilai bahwa anaknya pun belum butuh dinikahkan.
Seringkali sudah terlambat ketika orangtua tahu bahwa anaknya sudah berbuat jauh. Padahal orangtua di rumah mengira anaknya “bisa jaga diri”.

Ada juga orangtua yang tidak ambil pusing, mau pacaran mau enggak, pokoknya lulus kuliah dulu baru boleh nikah!

Padahal tidak semudah itu menjalani kuliah sambil pacaran. Suka banyak godaan. ?

So… sekali lagi. Kuy kita bersikap adil menilai suatu masalah. Jangan sampai kita sudah punya pacar, terus orangtua belum mengijinkan menikah. Lantas cari cari alasan dengan memakai perkataan Ustadz Khalid.

Apalagi sampai ngatain orangtua berdosa. Sedih cuy!

bagaimana menurut kamu?

52 thoughts on “Orangtua Belum Mengijinkan Menikah

  1. Bagaimana jika sudah sama-sama bekerja dan sudah sama-sama mampu bertanggung jawab atas diri sendiri dan ketika meminta ijin untuk menikah orangtua dari pihak laki-laki belum menginjinkan menikah dengan alasan bahwa kakak dari pihak laki-laki baru saja melangsungkan pernikahan jadi orangtua dari pihak laki-laki belum mau mengijinkan dengan berkata “nanti dulu, baru kakakmu kemarin menikah masa tahun depan udah minta nikah lagi aja. Kumpulin uang dulu baru nikah”. Padahal kami berdua sudah menabung dan ingin menikah dengan resepsi yg sederhana namun pihak laki-laki kurang setuju dgn resepsi yg sederhana. Bagaimana cara kami membujuk agar orangtua dari pihak laki-laki merestui niat baik kami? Mohon penjelasannya.

    1. sebenarnya langkah yang tepat adalah mencari restu orangtua dahulu baru mencari calon taarufan, bukan sebaliknya. kalau sudah terlanjur seperti kasus mbak, saran kami coba di lobi orangtuanya barangkali mau akad nikah dahulu (bukan tunangan ya, tapi akad nikah). nanti resepsinya bisa tahun depan. hal ini dulu pernah dilakukan saudara kami, dimana dia akad nikah dulu dan bikin acara sederhana. sedangkan resepsinya dilaksanakan kemudian…

  2. Bagaimana hukumnya orangtua pihak laki2 yang menunda pernikahan dengan alsan anak laki2nya blm cukup membahagiakan org tuanya sdgkan keadaannya sudah wajib menikah. Tp laki2nya tdk berani jujur dan tkut apabila menentang org tua jd durhaka.

    1. mba Bunga yang baik.
      seharusnya kalau memang si anak belum direstui/diijinkan menikah, sejak awal dia nggak boleh taarufan (atau pacaran) dulu. pastikan dia dapat restu dulu, baru nyari calon yang baik. kalau sudah begini serba salah akhirnya. saran dari kami lebih baik putus dahulu sambil introspeksi dan mengevaluasi.

  3. Saya mau tanya dong saya sedang menjalani hubungan serius jika kami di beri kesehatan kami akan menjalankan acara yang di sebut khitbah. Hanya tetapi keluarga dari orang tua saya dan orang tua saya masih ketakutan ada penyesalan saat kami sudah memiliki ikatan atau saya sudah di lamar karna saya baru kenal 2 bulan. Sedangkan saya dan calon laki” tidak ingin berlama” kami menghindari dari dosa” atau zinah. Apa yang harus saya lakukan. Mohon jawabanya.

    1. mungkin sebaiknya sebelum taaruf dilobi dahulu orangtuanya. jadi mereka sudah benar benar mantap mengijinkan dan merestui. kalau sudah lanjut berjalan semacam ini, mungkin pertimbangkan satu diantara dua hal : bicara dari hati ke hati sama orangtua dan benar benar meminta restu mereka…. atau (kalau cara itu masih membuat orangtua kurang yakin) terpaksa anda harus merelakan untuk memutuskan dan membatalkan taaruf ini… semoga sih dengan anda bicara serius sama orangtua (bahkan siap membatalkan taaruf jika orangtua memang betul betul keberatan) justru membuat orangtua luluh dan merestui…

  4. Bagaimana dengan laki laki yang ingin cepat menikah dan orang tua laki laki yang menginginkan anak laki laki nya menikah. Namun si calon perempuan ingin menikah muda karna tidak ingin berlama lama. Takut dosa atau zina
    namun orang tua si perempuan belum mengizinkan karna alasan masih kuliah dan baru masuk semester 5. Dan memiliki kakak laki laki yang seumuran dengan si calon laki laki tetapi belum juga menikah. Mohon jawaban nya
    Terimakasih ?

  5. Gimana kalau sudah terlanjur bablas tetapi dari pihak laki2 belum merestui pernikahan dengan alasan, harus lulus kuliah terlebih dahulu

  6. bagaimana jika bapak/ ibu dari pihak perempuan belum mengijinkan menikah tahun ini?, padahal anaknya sudah tunangan satu tahun yg lalu, dan dari pihak laki-laki sudah siap baik.. dan si anak perempuan juga sudah siap, mereka sama sama sudah bekerja sudah lulus kuliah.. biaya pun tidak merepotkan orang tua, jika orang tua permpuan belum mengijinkan juga, lantas harus bagaimana

    1. agak sedih ya, tunangan diijinkan tapi nikah tidak. gimana kalau gini, akad aja dulu, tapi hidup masih terpisah. nanti resepsinya bisa agak mundur. setidaknya kalau udah akad kan udah sah. kalau baru tunangan belum sah.

  7. bagaimana dengan orang tua yang melarang anaknya(perempuan) untuk menikah karena orangtua ingin dia melanjutkan s2, padahal dia sudah ingin menikah tapi orang tua sangat bersikeras untuk melanjutkan kuliah lagi. padahal sdh ada laki2 yg baik akhlaknya dan aqidahnya. apa yg harus dilakukan oleh anak, ustadz?

    1. bisa nggak nikah sambil lanjut S2? jadi semua pihak bahagia. dengan catatan nanti suami yang biayai kuliah S2 nya. sambil si istri juga nyari beasiswa.

  8. Bagaimana jika si perempuan dan laki-laki ingin menikah sederhana setelah laki-laki melamar sampe 3 kali orgtua perempuan tetep ingin anak perempuan nya lulus kuliah. Orgtua perempuan bilang (pas lamaran ke 3 kali nya) selesai kan dulu kuliah, kalo udah selesai kuliah juga, paling cepet abis wisuda. Laki-laki itu melamar lagi (setelah selesai wisuda) tapi orgtua perempuan minta untuk menabung dan menikah seperti kebanyakan orang (padahal dari awal perempuan dan laki-laki sudah bilang ingin nikah sederhana). Karna merasa dibohongi, si perempuan ini kabur dari rumah. Apa yang harus dilakukan ustad ?

    1. lebih baik si perempuan kembali kepada orangtuanya. mungkin masalahnya orangtua tidak sreg sama si lelaki. atau ada sebab lain yang kami tidak tahu… Sebaiknya mereka berdua bertaubat dari pacaran dan ikuti kata orangtua, Insya Allah lebih berkah…

  9. Assalamualaikum. Saya mau nanya, jika berpacaran sudah berlebihan trus di perempuan ingin taubat lalu si laki laki udh terlanjur tdk bisa jauh dari hal seperti itu, dan ingin laki laki itu menikahin perempuan itu ,yang jadi pertanyaannya itu lakilaki itu punya kakak tapi belum menikah, sementara dia tdk bisa jauh dari zina,

    1. kalau si lelaki tidak mau diajak taubat, sedangkan anda sudah taubat. maka dia tidak pantas menikahi anda. karena pezina yang belum taubat tidak boleh menikahi orang yang sudah bertaubat/ orang yang tidak berzina. Jangan dijadikan alasan untuk terus berbuat zina dengan anda. Jauhi saja.

  10. Assalamualaikum.. Aku mau tanya ka..
    Aku dan pacar aku ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan, tetapi kaka si cowok ini masih ngelarang, alasannya si cowok belum dewasa, padahal umurnya sudah 28. Si cowok ini sudah yatim piatu jadi diatur sama kaka nya..
    Gimana ya ka?

    1. waalaikumussalaam. Kalau memang dilarang, mundur saja dan taaruf dengan lelaki lain. Kalau dari awal sudah bermasalah sama calon ipar, rumahtangganya akan berat. nantinya si lelaki akan disuruh memilih apakah harus membela kakaknya atau istrinya

  11. ustad.. umur saya 20 tahun.. saya ingin nikah muda.. saya punya pacar yg umur kami beda 5 tahun. umurnya sudah beranjak 24 tahun.. dan dari pihak laki2 ingin cepat2 menikah.. dan kami sudah terlanjur melakukan dosa ustad.. jadi kami ingin cepat2 menikah. tapi orang tua saya tidak setuju karna alasannya saya harus selesaikan kuliah dulu.. ibu dan kakak saya sangat tidak merestui saya untuk menikah.. sebenarnya dari lubuk hati saya saya belum siap untuk menikah karna saya belum matang untuk membina keluarga.. kakak dan ibu saya bilang bahwa kalau saya menikah nanti banyak skali masalah yg timbul.. saya berjanji untuk tetap kuliah sambil menikah. tetapi ibu saya bilang bahwa menikah itu tidak gampang. menikah itu hanya manisnya saja diawal2. menikah itu banyak skali masalah2 yg akan timbul nanti. mungkin ibu saya berfikiran bahwa saya belum dewasa. belum bisa menjadi seorang istri. saya sendiripun merasakan itu. tapi saya takut ustad. saya tidak mau pacar saya menikah dgn orang lain. saya ingin dia menjadi suami saya karna dy sudah berjanji untuk menikah dgn sya.. dan saya sudah terlanjur kasih kehormatan saya sama dia ustad..

    1. ibu anda betul. anda belum dewasa. dan menikah memang tidak gampang. kumpulkan keberanian anda, jujur sama ibu bahwa anda sudah berzina. berani berbuat berani tanggung jawab. kemungkinan ibu anda setelah itu akan mengijinkan menikah. atau kalaupun tidak, setidaknya nanti anda akan dibantu untuk menjauhi lelaki tersebut. ini berat, memang, tapi ini semua karena di awal sudah salah langkah. Jangan diteruskan kesalahan ini.

  12. Bagaimana kalau kasusnya seperti ini.. Saya dengan dia sama sama masih kuliah, tp dia sudah pnya penghasilan (kuliah sambil kerja) , dia anaknya mandiri, dan anak yg dapat di percaya oleh keluarganya, sehingga keluarganya pun menyerahkan keputusan sepenuhnya pada dia apakah mau menikah sekarang atau nanti keluarganya mendukung apapun keputusan dia. Lalu saat kami menghitung tabungan kami yang di rasa cukup untuk resepsi sekaligus tempat tinggal, dan dia serius ingin menikah dengan saya, keluarga saya tidak mengizinkan karena status ekonomi dia di bawah saya, padahal dia adalah org yang pekerja keras dan bertanggung jawab, bahkan dia sllu membantu ekonomi keluarganya dri kerja keras dia sendiri.. Itu bagaimana? Saya pun padahal ingin segera menikah dan berjuang bersama dia … Saya siap dikhitbah karena dia bisa membimbing saya, dan baik akhlak serta agamanya… Keluarga saya pun menyadari itu, hanya mereka tidak mau saya menikah dengan orang dibawah saya.. Saya bingung, apakah saya harus mengikuti kemauan ortu saya atau memperjuangkan dia..

    1. suruh si lelaki datang ke rumah, bicara baik baik secara dewasa dengan kedua orangtua anda. Kalau setelah itu ortu tetap tidak merestui maka putus saja. Lain kali sebelum taaruf, coba dicari lelaki yang orangtua anda sudah cocok secara latar belakang.

  13. gmna kalo yg pihak laki2 sudah mengajak menikah tapi orang tua cewek belum siap melepas anak gadisnya karena jujur aja yg cewek ini sebagai tulang punggung keluarga ..dan dia bilang kmu msh kecil belum mateng dan org tua juga bahas soal kerja laki2 yg gak menjamin anak nya .

    1. mending si lelaki mundur saja, apalagi sudah disentil seperti itu. tandanya memang orangtua belum mau anaknya menikah… daripada terus berpacaran…

  14. Kami sudah pacaran selama 5 tahun..kami sama” ingin untuk segera menikah..akan tetapi dari pihak laki” belum mengijinkan untuk menikah karena kakak perempuannya belum menikah…dan pacar saya disuruh merantau terlebih dahulu…sebagai pihak perempuan saya merasa keberatan karena tidak diberi kepastian untuk kedepannya bagaimana…menurut bapak apa yang harus saya lakukan…apakah salh jika saya meminta kepastian dari pihak laki”…terlebih kita sudah 5 tahun pacaran…kita takut akann lebih banyak dosa lagi yg kita perbuat

    1. lebih baik putus saja. karena kesalahannya dari awal adalah menjalin hubungan padahal sudah tahu belum diijinkan menikah. kalau memang si lelaki tidak direstui, maka susah juga menuntutnya. padahal usia terus bertambah

  15. Bagaimana jika sudah bablas dan putus dan bertaubat. Lalu 3tahun kemudian, Si laki-laki datang dan ingin menikahi nya, tp keluarga perempuan bersi keras ingin menutup masa lalu. Si perempuan pun ingin menikah tpi takut menambah dosa lagi dg durhaka pd org tuanya.

    1. mungkin kali ini ada baiknya nurut sama orangtua, sambil dibicarakan lagi dan dikomunikasikan bahwa si wanita ingin menikah. teruslah berdoa dalam shalat malam. semoga diberi solusi terbaik dan ampunanNya.

    2. lebih baik bicarakan sama orangtua. apakah si lelaki sudah hijrah? apakah orangtua marah pada si lelaki? coba dibahas semuanya dan kalau menurut saya pribadi, menurut saja dengan orangtua sebagai bentuk pengabdian anak.

  16. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
    Bagaimana dengan anak perempuan yang tidak mendapat restu menikah oleh keluarganya dengan alasan si cowok berasal dari keturunan yang bla bla bla dan dinilai kurang mapan dalam segi finansial. Tetapi keduanya berniat menikah? Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    1. waalaikumussalam warohmatullahi wabarokaatuh..

      cari taarufan lain saja. jangan korbankan perasaan orangtua demi lelaki yang bukan siapa siapa kita. lain kali cari taaruf yang dari segi latar belakang ortu sudah oke dulu.

  17. izin bertanya..
    saya sudah 7 tahun pacaran dengan pacar saya pak, dan in syaa Allah jika semua lancar kami akan menikah tahun ini. Saya juga sudah bertunangan pak..
    namun lama kelamaan ibu saya kok agak berat ya pak melihat saya ingin menikah..
    tiba tiba ibu saya bilang, ingin saya menikah 2 tahun lagi.. ibu saya ingin saya bahagia dan memuaskan diri saya sendiri dari hasil kerja saya pak..
    padahal saya dan pacar saya bila menikah in syaa Allah juga biaya dari hasil tabungan kami sendiri. dan saya juga pernah mendiskusikan ini dengan pacar saya. bila ingin 2 tahun lagi tidak apa katanya, namun dia tidak berjanji bisa menunggu saya karena dia ingin berhijrah dan tidak ingin pacaran lagi.
    kalau di tengah perjalanan dia menemukan yg lebih baik, maka dia mungkin akan bersama orang lain dan tidak bisa berjanji untuk menikahi saya.
    saya sangat dilema pak. kalau saya tidak menurut ibu saya, apakah saya termasuk anak yg durhaka? sedangkan disisi lain kalau saya tidak jadi menikah tahun ini, apakah berdosa pak? karena saya pernah membaca sebuah artikel islam yg mengatakan bahwa seharusnya orgtua mendukung dan mendoakan anaknya menikah dan bukannya menghalangi.. baiknya saya harus gimana ya pak?

    1. mungkin ibu melihat anda belum cukup dewasa, atau mungkin ibu masih sayang banget dan amsih ingin ditemani anda. atau mungkin ibu keberatan sama si lelaki, atau mungkin ibu tidak ingin anda pisah rumah/pindah kota. ada banyak alasan, dan harus dicari sebab utamanya dahulu sebelum cari solusinya. jangan mudah menyalahkan ibu anda dengan mengatakan beliau tidak mendukung, tapi fokus cari alasan dulu. mungkin ibu punya calon lelaki lain untuk anda? cobalah bicara terbuka hati ke hati kalau perlu anda peluk dan nangis di pangkuan ibu…

  18. Sy berusia 26 th saat ini sedang lanjut S2 dan sedang menjalin hubungan dengan sahabat SMA sy. Dia sudah meminta ijin orang tua sy untuk menikahi sy namun ibu sy ingin sy lulus kuliah dulu tahun depan..Bagaimana caranya agar sy bisa meluluhkan hati ibu sy?

    1. mungkin bisa akad dahulu dan dibuat perjanjian jangan serumah sampai lulus S2. serta sang suami wajib membiayai kuliah menggantikan ortu sampai selesai.

  19. Kasus saya ini mba, saya seorang wanita usia saya 23 tahun, ada orang yang ingin melamar saya, dan saya juga sudah siap menikah, saya sendiri sudah takut melakukan zina, karena ngga bisa saya pungkiri saya juga manusia biasa, saya tidak pacaran, tapi orangtua saya tidak mengizinkan saya menikah dulu sebelum kuliah saya selesai, sedangkan saya semester akhir dan orang yang melamar saya siap membiayai kuliah saya sampai selesai, tapj orangtua masih tetap belum mengizinkan, apa yang harus saya lakukan kak?

    1. jujur pada orangtua bahwa anda sudah takut berzina karena anda juga memiliki hasrat pada lawan jenis. sering ortu mengira kita masih anak kecil yang tidak punya nafsu seksual dan makanya dianggap bocah belum boleh nikah

  20. Bagaimana jika seorang laki2 dan perempuan ingin meminta restu menikah, tapi kedua belah pihak orang tua belum mengizinkan dengan alasan gaji kerja yang belum cukup untuk biaya nikah nanti karena kehidupan sekarang kebutuhan sudah semakin naik harganya. Padahal si laki2 dan perempuan sudah sama2 bekerja dan gajinya termasuk sudah sangat cukup untuk berumah tangga, ditambah lagi si perempuan mempunyai usaha sampingan. Bagaimana caranya meminta restu kepada orangtua yg selalu mementingkan urusan dunia agar hubungan laki2 dan perempuan tersebut segera dipermudah pernikahannya? Dan disini posisi kedua pihak orangtua (afwan) masih minim sekali pengetahuan agama mengenai menikah menurut syariat islam🙏 Terima kasih.

    1. bicarakan baik baik dan katakan baik baik. Ngomong bahwa anda berdua takut terjebak zina kalau tidak menikah, karena seringkali anak takut ngomong jujur terbuka sama orangtua dan buru buru menyalahkan sikap orangtua. Ini orangtua anda, anda yang paham karakter mereka. Cari celah dimana mereka bisa luluh dan mengasihani anda.

  21. Selamat pagi
    Q lia, q seorang janda
    Q ingin menikah dgn calon suami q
    Tp orang tuaku menolak kalau dia melamarku dgn membawa mhr semampunya
    Pdhl saya iklas karna saya mencintainya
    Saya hrs bgaimana ya

    1. Bicarakan sama orangtua bahwa anda membutuhkan sosok lelaki yang bisa melindungi dan anda ingin terbebas dari status anda seakrang. Katakan juga bahwa anda ingin menjauhi zina. jangan lupa banyakin shalat malam dan berdoa, serta sedekah. Semoga ada restu yang bisa didapatkan.

  22. Bagaimana jika orang tua melarang anaknya untuk menikah karena berbeda latar belakang pendidikan? Karena saya lulusan S1 dan laki laki yang ingin menikahi saya hanya lulusan STM.. Tetapi orang tua tidak mengizinkan kami karena hanya?menginginkan calon menantu S1 alsannya biar selevel.. Padahal laki laki itu sudah siap meminang saya dan serius dengan saya.. Bagaimana ya?

    1. mungkin orangtua punya definisi sendiri soal sekufu dalam pernikahan. Coba si lelaki suruh datang menghadap orangtua dan bicara secara baik baik dan dewasa. Kalau belum diijinkan juga, mungkin memang tidak jodoh.

  23. Assalamualaikum pak…
    Saya kenal dengan seorang lelaki, dari awal pendekatan kami sudah komitmen untuk serius dan tidak menunggu waktu lama untuk menikah,, dan kami berencana menikah tetapi kaka si lelaki nya ini melarangnya untuk menikah dikarenakan katanya si lelakinya ini belum dewasa sedangkan umur dia sudah tidak muda lagi. Dari dlu di tahan mau nikah dengan siapapun dengan alasan lain..
    Bagaimana menurut bapak?
    Terima kasih

    1. waalaikumussalaam… mungkin ada yang belum selesai dari keluarga mereka. kalau memang anda serius ingin nikah cobalah taaruf dengan lelaki lain saja. Biar masalah intern keluarga mereka selesai dahulu. Jangan pacaran.

  24. bagaimana jika laki2 pengen cepet dan yg perempuan udh siap nikah jg tp tidak diijinkan dlu untuk nikah sama ortu perempuan gara2 yg lakinya belum punya penghasilan tetap. makasih

    1. hal ini wajar karena orangtua khawatir dengan kondisi nanti setelah nikah. Tapi berbahaya juga ketika ortu belum ijinkan nikah namun anaknya sudah memiliki hubungan spesial dengan lawan jenis. Ini bisa menjurus pada zina. Coba komunikasikan dengan ortu barangkali mereka memiliki sudut pandang yang anda belum pahami.

  25. Saya perempuan dan sejujurnya belum siap untuk menikah, namun tetapi ada seorang laki-laki yang datang dengan serius untuk menikah. Tawaran tsb saya tolak karena belum adanya kesiapan diri. Tapi setelah itu saya memulai pembicaraan dengan orangtua mengenai menikah. Ternyata dalam hal ini kami memiliki perbedaan pendapat. Yang saya tangkap dari obrolan tsb, orangtua menginginkan saya untuk sukses terlebih dahulu (dalam hal ini kuliah s2 lalu bekerja). Namun dari saya sendiri, saya berpendapat kalo menikah tidak harus sukses dulu, karena hal tsb bukan alasan yg dibenarkan menurut islam. Mohon pendapat dan saran nya untuk kasus saya diatas, terimakasih.

    1. hal semacam ini sudah dibahas dalam buku saya, coba baca buku Jangan Jangan Kita Berjodoh dan AKAD. Intinya orangtua tidak ingin kita melangkah tanpa persiapan dan orangtua takut kita gegabah (ini bentuk kasih sayang mereka). Buktikan bahwa diri anda mampu dan dewasa.

  26. Aslm, sy laki2 27 thn, mau bertanya. Sy pikir saat ini sy sdh usia cukup utk menikah dan sdh ada pandangan calonnya. Posisi saat ini sy bingung krn trnyata keluarga sy agak kurang sreg dgn calon saya sementara sy sdh yakin dengannya dan waktunya makin mepet kalau saya harus mencari yg lain (dikarenakan umur, sy punya target menikah maksimal thn depan). Apa yg sebaiknya sy lakukan? Sy pun bingung mana yg harus sy prioritaskan utk membeli rumah dulu (utk ditinggali orang tua dan adek2 krn saat ini mereka tinggal di rumah dinas, sementara saya merantau) atau utk persiapan biaya menikah? Mohon pencerahannya. Wass

    1. coba dibicarakan dulu sama orangua, apa yang bikin mereka kurang cocok. lalu dicari jalan tengahnya. kalau soal rumah, mungkin bisa diatur agar biaya resepsi ditekan serendah mungkin sehingga sisa tabungan bisa dipakai untuk mulai beli tanah dan bahan bangunan lain secara berangsur angsur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *