Kisah Nyata Mengharukan : Berhenti Pacaran

Berhenti pacaran – Bukan cuma sekali dua kali, selama menjadi admin nikahasik, saya dicurhati tentang rusaknya pacaran zaman sekarang.

Meskipun banyak yang menyangkal, bahwa mereka pacaran sehat.

Atau mungkin berkata bahwa mereka tahu batas dan bisa menjaga diri.

Mereka berkata bahwa mereka pacaran sewajarnya.

Namun nyatanya telah banyak korban yang jatuh dari aktivitas pacaran.

berhenti pacaran

Sesuatu yang selalu membuat saya bersedih, adalah karena korbannya selalu perempuan.

Dan selalu, setiap kali semuanya sudah terlanjur, baru terasa betapa besar kehilangan yang telah dia alami. Tidak bisa dikembalikan lagi. Semua sudah terjadi dan yang tersisa adalah ketakutan, kebingungan dan penyesalan.

Seringkali, saya menolak ketika ada yang hendak curhat. Karena tidak sanggup lagi mendengarkan satu lagi kisah sedih pelaku pacaran. Kisah yang saya tidak bisa berbuat apa apa. Karena sudah terlanjur terjadi.

Mengkampanyekan bahaya pacaran dan zina, menyuruh remaja berhenti pacaran, itu sama seperti menaruh gambar penderita kanker di bungkus rokok. Penghisap rokok tak perduli dengan gambar itu dan terus saja mengepulkan asap rokok. Seolah penyakit takkan menhyentuh mereka. Hingga suatu saat, mereka sendiri merasakan dampak negatif asap tembakaunya.

Begitu pula pelaku pacaran, sudah melihat dan mendengar bukti nyata sana sini, sudah menyaksikan sendiri kisah pilu mereka yang berpacaran. Namun banyak yang seolah tak perduli dan tetap asyik dengan pacarnya. Ketika suatu saat mereka terpelanting ke lembah hina, terjerumus melakukan dosa yang merusak kehormatan mereka, giliran masyarakat yang tak perduli nasib mereka. Ketika mereka putus asa dan kebingungan, mereka hanya akan disalahkan dan dicela.

Mereka yang belum mengalami, seolah tak perduli. Sedangkan mereka yang terlanjur mengalami, seolah tak diperdulikan. Kebanyakan kita hanya bisa menyalahkan.

‘Salah sendiri pacarannya kebablasan’
‘Salah sendiri iman nggak kuat sehingga mau diajak zina’
‘Salah sendiri ngga bisa jaga diri’

Padahal seharusnya sebelum itu semua terjadi, kita bisa berperan aktif mencegah. Kita bisa mengambil bagian agar generasi kita dan sesudahnya berhenti pacaran.

Bila kita adalah orangtua, maka kita tunjukkan bahaya pacaran pada anak kita dan mengawasi pergaulan mereka.
Bila kita guru, maka kita edukasi murid kita tentang bahaya zina dari segi kesehatan, agama dan masa depan.
Bila kita anak muda, kita ambil sikap tegas menolak berpacaran dan menjadi bagian dari dakwah di lingkungan dengan sikap kita.

Pernah dengar ibu yang membuang bayi yang baru dilahirkannya? Atau remaja yang melakukan aborsi karena tidak dinikahi kawan zinanya? Atau lelaki yang membunuh pacarnya karena hamil? Itu semua adalah reaksi buruk dari hal buruk yang terlanjur mereka lakukan. Dosa yang diikuti dengan dosa selanjutnya.

Kenapa? Karena mereka takut mengakui khilaf mereka di depan orangtua. Takut bertanggung jawab atas dosa zina. Takut dicela dan dihina oleh kawan dan tetangga.

Tidak adakah kesempatan bagi mereka bertaubat? Tidak adakah nasihat baik yang bisa kita berikan, agar mereka menjadi corong terdepan dalam memerangi zina bagi generasi selanjutnya, karena mereka telah merasakan sendiri dampak buruk zina.

Seharusnya, kampanye berhenti pacaran ini memiliki 2 babak. Babak pertama adalah mencegah remaja dari berzina, Sedangkan babak kedua, adalah mengobati mereka yang hijrah dari zina. Pembahasan mengenai mereka yang terlanjur zina dan bertaubat silahkan baca disini.

Ini adalah salah satu curhatan yang pernah saya terima, sudah diijinkan untuk dibagikan tanpa menyebutkan identitas sebenarnya. Semoga bisa memantapkan hati sahabat sekalian untuk berhenti pacaran :

(bayangkan seseorang sedang berbicara dalam gelap, di bawah wajahnya yang temaram muncul sebaris tulisan ‘Bunga (bukan nama sebenarnya)’. Kemudian suaranya yang telah diedit agak menyerupai suara robot menggemakan perkataan)

Saya punya masa lalu yg sangat kelam…

Saya dulu punya pacar, hampir 1 thn kita pacaran dan dia selalu memberikan apa yang saya mau, dia selalu menyempatkan waktu untuk saya.

Suatu waktu dia berkata ingin menikahi saya, betapa bahagianya saya mendengarnya…

Semua kebaikan dan perhatian yang dia tunjukkan membuat saya percaya sepenuhnya. Sampai suatu saat saya melakukan kesalahan besar. Ketika itu, saya berbohong pada org tua saya. Saya bilang mau menginap di rumah teman, padahal malam itu saya menginap sama dia di apartemen yg disewa.
Malam itu kami tidur berdua dan berbuat dosa yang sangat fatal.

Saya benar benar khilaf dan selalu berfikir “Ah nanti juga dia jadi suami saya”. Angan angan setan itu yang membuat saya akhirnya berbuat zina.

Saya sudah dibutakan setan. Tidak cuma satu kali itu saja, sering saya dan dia nginep berdua tidur satu ranjang dan Allah selalu nutupin aib saya ini. Sekian lama saya berzina, orangtua saya tidak pernah tau.

Namun, lama kelamaan saya menjadi gelisah. Kenapa sudah berapa lama dia tidak pernah membicarakan masalah pernikahan itu lagi. Beberapa kali saya menyinggung topik ini dengan sindiran dan segala macam cara, tapi tidak mempan.

Dan kemudian saya pun nemu akun @nikahasik, dengan baca postingan akun @nikahasik saya merasa tertampar bagai wanita bodoh yg mau diperbudak lelaki.

Saya merasa terdorong untuk hijrah, malu saya sama diri sendiri.
Postingan nikahasik mendorong sy untuk blak blakan nanya sama dia tentang pernikahan yang dia sebutkan dahulu, “sudahi atau halalkan?”

Namun, betapa sakitnya hati ini mendengar jawabannya. Dia mengelak tidak ingin menikah dahulu dengan alasan ingin sekolah lagi, membangun karir dan lainnya.
Betapa berbeda sikapnya dengan saat pertama pacaran dahulu.

Lantas saya yang telah berzina dengan dia bisa apa? Saya kacau sekali. Dan saya hampir putus asa..
Alhamdulilah Allah Taala baik banget. Dia menunjukkan jalan taubat, merangkul saya dan menuntun saya untuk hijrah.

Sekarang putus lah saya dengan dia dan sekarang saya sedang mencoba untuk lebih baik

Tolong bantu doakan supaya saya istiqomah, biar pun awalnya diejek macam macam ???

(suara mirip robotnya berhenti disini)

nikah beda agama boleh?

Nah, mari kita doakan sahabat kita ini, semoga terus istiqomah berhenti pacaran hingga halal. Terus gimana soal nasibnya nanti? Adakah pria yang mau menikahinya? coba deh baca artikel ini dulu untuk menjawab pertanyaan itu.

Masih banyak kisah sedih lain yang saya dengar. Ada wanita yang dizinai pacarnya, lalu tidak dinikahi. Padahal dia dalam keadaan hamil. Sehingga dia terpaksa berzina dengan lelaki lain agar dinikahi si lelaki lain itu. Dalam keadaan, si lelaki lain tidak tahu bahwa anak yang dikandung si wanita bukanlah anaknya.

Ada juga kisah sedih wanita yang terlanjur berzina dengan pacarnya. Kemudian mereka renggang hubungannya. Tapi karena si wanita sudah terlanjur tidak perawan, dia takut ditinggalkan. Sehingga dia terpaksa melakukan hal hal syirik agar tetap bisa pacaran dengan sang lelaki yang menzinainya.

Terlalu banyak kisah sedih dari mereka yang mengambil jalan zina. Semoga kita semua bisa menarik pelajaran dan berhenti pacaran. Serta mengajak kawan kita lainnya untuk berhenti pacaran.

Karena tugas kita dalam masyarakat, adalah ikut mengambil bagian untuk menjadi motor perubahan. Berubah menuju kebaikan. Berubah menuju hijrah. Itulah esensi dakwah.

 

2 thoughts on “Kisah Nyata Mengharukan : Berhenti Pacaran

  1. Hidup kadang berjalan dengan kejam , tp sbenarnya bsa berjalan dengan baik jika mematuhi aturanya, “bukan karma to takdir, tp plajaran hidup”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *