Kawin Lari karena Tak Direstui, Bolehkah?

Kawin Lari ~ bukan berarti seseorang yang menyelenggarakan resepsi sambil marathon.  ???

Tapi maksud kawin lari disini adalah seorang wanita yang menikah dengan lelaki pilihannya, namun tanpa restu ayah si wanita.

Biasanya, kasus kawin lari paling umum dimulai dari pacaran. Dua sejoli yang terlanjur cinta, namun restu ayah tak jua tiba. Sehingga mereka pikir daripada zina, mending kawin lari saja.

Seringkali, mereka menikah dengan memakai wali hakim. Wali hakim yang ditunjuk disini pun bukan wali hakim yang di sah kan oleh negara (pejabat berwenang yang ditunjuk pemerintah). Tapi wali hakim yang ditunjuk sendiri oleh mereka.

Lalu bagaimana hukum kawin lari semacam ini?

Berikut penjelasan Ustadz Ammi Nur Baits yang menarik kita simak :

1. Anda tidak mungkin bisa menikah tanpa wali. Orang yang paling berhak menjadi wali Anda adalah ayah Anda, kakek Anda dari garis keturunan ayah, paman Anda dari garis keturunan ayah, atau saudara lelaki Anda. Jika mereka semua tidak ada maka hak perwalian berpindah ke wali hakim.

2. Wali hakim adalah petugas resmi dari KUA (Kantor Urusan Agama) yang telah ditunjuk oleh pemerintah, bukan sembarang orang. Kiai, ustadz, pak dukuh, pak lurah, atau tokoh masyarakat lainnya tidak bisa menjadi wali hakim. Menikah dengan wali hakim jadi-jadian semacam ini hukumnya terlarang, dan pernikah tersebut tidak sah.

Sebagai saran ketika orangtua belum merestui niat anda menikah :

Pertama, sebaiknya, Anda tidak berusaha sendiri. Anda bisa meminta bantuan pihak keluarga lain (dalam melobi ayah), seperti: bibi, paman, atau kakek-nenek. Minta perhatian mereka agar membantu Anda dalam menyampaikan alasan kepada orang tua Anda.

Kedua, sangat penting bagi Anda untuk sebisa mungkin berhati-hati dalam menjalin hubungan dengan pihak lelaki yang menjadi pilihan Anda. Dalam arti, jangan sampai melakukan pertemuan atau bahkan pacaran, hindari sms-an, telepon-teleponan, dan sebagainya, karena ini bisa menimbulkan zina hati.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Sumber: https://konsultasisyariah.com/4485-nikah-dengan-perantaraan-wali-hakim-tanpa-restu-orang-tua.html

pengen kawin lari sama pacar

Sumber keruwetan kawin lari ini biasanya sama : pacaran yang lama sehingga terlanjur sayang mendalam.

Disuruh putus nggak mau karena sudah keburu cinta, terlanjur sayang dan (naudzubillah) kadung memberikan semuanya.

Pokoknya kudu harus wajib nikah sama dia. Nggak bisa enggak. Sehingga hal semacam ini jadi problem bagi keluarga mempelai putri. Masa iya ngelamar tapi maksa?

Hak perwalian ayah nggak semudah itu gugur hanya karena si ayah enggan memberi restu.

Setau kami, seorang wanita perawan yang mau menikah tetap butuh restu ayah atau wali lainnya. Kecuali jika tidak memiliki wali, misal ayahnya sudah meninggal, kakaknya murtad, pamannya gila dsb

Lagipula, kenapa seorang wanita bisa begitu tega kawin lari. Dia menyakiti hati orangtua demi membela lelaki lain yang belum halal baginya?

Apakah dia sudah melupakan semua jasa baik orangtua sejak kecil?

Bukankah ridha Allah ﷻ‎ tergantung ridha orangtua?

Kemudian ada juga yang kawin lari dan beralasan sudah konsultasi sama ustadz dan katanya boleh. Begini curhatan seseorang di akun instagram @MuslimahCurhat :

bolehkah kawin lari

Dalam hal ini perlu diluruskan. Mungkin maksud ustadz yang ditanya sama mbak ini adalah :

karena ortu jaraknya jauh, lalu diwakilkan sama wali hakim untuk akad, begitu? Bisa jadi orangtua tinggal di Pulau Lain, jaraknya jauh dan tidak memungkinkan menghadiri akad. Mak si ayah memberi kuasa pada wali hakim untuk mewakili beliau menikahkan anaknya.

Namun, kalau yang dimaksud mbak ini adalah bahwa dia menganggap pernikahannya sah meski tanpa restu ayah karena alasan jarak mereka jauh tentu ini jadi pertanyaan.

Bukankah sejauh apapun tetap ayah harus mengetahui, menyetujui dan merestui?

Seperti inilah yang kami tahu dalam islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *