Ikhwan Modus, Fenomena Remaja Jaman Now

ikhwan modus? masa sih ikhwan bisa modus?

ikhwan modus

mungkin penyebutan kata ikhwan kurang pas. karena selama ini konotasi dari kata ikhwan (dalam bahasa arab berarti “saudara lelaki”) adalah sosok pemuda relijius yang berusaha berhijrah dan taat menjalankan agama.

Tapi gimana ceritanya sih kok ada istilah ikhwan modus?

Fenomena di era digital ini memang cukup mengherankan (kalau tidak mau disebut “memilukan”), karena saking banyaknya remaja memakai sosial media, batas pergaulan menjadi begitu buram.

Mereka yang begitu menjaga diri di dunia nyata, ternyata ada juga yang kurang bisa menjaga diri di dunia maya. ada akhwat yang hobi selfie. ada pula ikhwan yang hobi men like selfiean akhwat tersebut. Dan kemudian si ikhwan menambahkan komen “bantulah kami menjaga pandangan” sambil bertasbih.

Dari yang semula hanya like dan komen, nanti bisa berlanjut saling DM.

Mungkin dibuka dengan kalimat “salam silaturahim, bila berkenan mari saling menjalin ukhuwah islamiyah”

atau bisa juga langsung si ikhwan men DM dengan copasan artikel mengenai pentingnya menjaga diri dan tidak mengumbar kecantikan. Atau artikel lainnya yang berhubungan dengan keagamaan, seolah ingin mengajak si akhwat berdiskusi ilmiah. Aduh ikhwan modus, berdiskusi kok lewat DM tho…

bila DM semacam ini tidak dihiraukan oleh sang akhwat, maka gagal lah strategi pertama sang ikhwan modus.

Namun, bila umpan lambung ternyata berbalas, maka pertanyaan berikutnya bisa jadi akan terucap “adakah ukhti sudah siap dikhitbah?” #JEDER

Disini, saya ingin mengingatkan untuk para sahabat shalihah semua. Sebaiknya berhati hati bila menerima DM semacam ini. Karena secara persentase, lebih banyak yang modus daripada yang serius.

Pernah suatu kali, saya mempost masalah ikhwan modus ini di akun instagram @nikahasik. Dari 300 lebih komentar yang masuk (sebagian besar komentar berasal dari kaum hawa). rata rata menjawab bahwa mereka pernah menerima DM yang isinya mengajak berkenalan dan menjurus ke arah modus.

Lalu bagaimana cara saya mensikapinya? bukankah kalau tidak membalas chat nanti dikira sombong dan memutus silaturahim? kalau si lelaki mengucap salam di DM, bukankah harus kita jawab salam dia? bukankah itu juga bentuk ikhtiar kita sebagai wanita? bagaimana kalau seandainya si ikhwan ternyata serius? dan bagaimana cara membedakannya?

mungkin banyak juga sahabat yang memiliki pertanyaan semacam ini di benak masing masing. Karena berkaca pada pengalaman, memang tidak dipungkiri bahwa ada sebagian orang yang bertemu jodohnya lewat sosial media. Bahkan, beberapa sahabat nikahasik pun ada yang menceritakan hal yang sama.

Baiklah, mengenai pertanyaan yang mungkin menghantui (cielah, menghantui) yuk coba kita jawab satu per satu.

1.Apakah tidak membalas chat masuk kategori memutus silaturahim?

Mengenai persoalan silaturahim ini pernah kami bahas disini. mungkin bisa dibaca baca kembali dan disimpulkan sendiri jawabannya. Karena banyak yang salah paham mengenai makna silaturahim sendiri.

2. Apakah salam di DM harus dibalas?

Kalau ada lelaki mengucap salam di DM, bukankah salam dia harus kita balas? Karena meskipun mengucapkan salam itu hukumnya sunnah, menjawab salam hukumnya wajib lho.

Terus gimana dong, apakah semua DM yang diawali dengan salam (meski dari lelaki tak dikenal) harus dibalas? harus kudu wajib dibalas banget?

Nah, dari yang kami ketahui, ada pembahasan menarik soal hal itu dari beberapa ustadz. Silahkan simak sendiri disini. Yang saya pahami, ketika ada seseorang mengucap salam kepada kita di DM atau komen, kita bisa membalas salam tersebut dengan lisan (ucapan saja), meski si pemberi salam tidak tahu kalau kita sudah membalas salamnya. Jadi, tidak harus dengan membalas DM tersebut.

Misalnya ada seseorang mengirim DM kepada kita dengan tulisan “assalaamualaikum ukhti”. Kemudian ketika kita membaca DM itu kita mengucapkan “waalaikumussalaam”, maka itu sudah menggugurkan kewajiban kita membalas salam dia. habis itu kita hapus deh DM dari dia, hehe.

Dan sebagai tambahan terkait salam. saya sungguh berharap kita semua tidak menyingkat ucapan mulia ini dengan kalimat semacam : “Ass”, “mikum”, “malequm”, “samlekoom” dan sejenisnya. Karena hal itu selain merupakan pelecehan terhadap sebuah kalimat mulia, juga malah akan merusak faidahnya.

3. Apakah membalas DM seorang ikhwan adalah bentuk ikhtiar si akhwat?

Ini hal yang perlu disikapi dengan hati-hati. Karena kalaupun niat anda adalah berikhtiar (berusaha) mencari jodoh, tentu cara yang dilakukan pun harus tetap mengikuti koridor yang ditetapkan oleh syariat. Bisa jadi niat anda adalah ikhtiar, tapi tidak baik juga bila caranya kurang tepat.

Dan apabila benar niatnya memang ikhtiar, maka perlu dipastikan dahulu :

  • si akhwat benar benar sudah siap menikah. Siap menikah disini antara lain cirinya : sudah direstui oleh ayahnya, sudah cukup umur, mungkin juga sudah lulus kuliah, dan yang jelas sudah dewasa mentalnya. Sang akhwat memang sedang dalam masa pencarian calon suami. Ibaratnya, saking siapnya, andai dilamar hari itu pun dia dan keluarganya tinggal jalan.
  • si akhwat dalam membalas DM hanya seperlunya. Tidak berchat ria ngobrol ngalor ngidul sambil bercanda. Apalagi saling menggoda dengan kata mesra. Karena niatnya ikhtiar mencari calon suami, bukan mencari kenalan atau teman ngobrol. Lebih mantap lagi kalau cuma sekedar memberikan alamat rumah atau nomor hp ayah. Biarkan si ikhwan menentukan langkah.
  • Bila perlu, alangkah baiknya salah seorang mahram si akhwat mengetahui perihal DM ini. Katakan kepada si ikhwan “DM di akun ini dibaca sama ayah dan kakak lelaki saya”, sehingga si ikhwan akan lebih menjaga tulisannya dari segala rayuan dan hal hal yang membuat baper.

Kalau sekiranya si akhwat belum siap nikah, atau belum dapat restu sepenuhnya dari ayah, atau belum cukup umur dan belum lulus sekolah (meski sekolah bukan syarat sah nikah), maka sebaiknya DM semacam ini diabaikan saja. Lebih aman, menjaga hati dari segala keretakan.

dan perlu diingat, bisikan setan sangat halus. Yang niat awalnya murni taaruf saja, bisa kok dibelokkan setan menjadi “taaruf rasa pacaran”. Apalagi yang niatnya main main. Setan sudah sangat profesional dalam hal menyesatkan manusia. Berpengalaman ribuan tahun.

Ada beberapa kasus dimana si ikhwan ternyata tidak modus. Yang semacam ini biasanya DM hanya sekedarnya, bertanya alamat rumah misalnya. Begitu dikasih alamat, nggak lama dia langsung meluncur menemui ayahmu. Tapi yang semacam ini sedikit jumlahnya, lebih banyak yang nanya alamat rumah, nanya ini itu, entar ujung ujungnya minta nomor whatsapp kamu. kalau dikasi nomor whatsapp, nanti si ikhwan modus bakal ngehubungi terus. Lama lama bakal makin aneh mintanya, minta foto. minta videocall dan seterusnya. Mengerikan, deh.

Ada juga ikhwan modus yang kerjanya menDM banyak akhwat, alasannya penjajakan. Jadi semacam menjaring ikan, nanti yang terjaring akan diseleksi. Satu diseriusi, yang lainnya dibiarkan patah hati. Atau bisa jadi, semuanya dipatahkan hatinya. Yang model begini, perlu banget diwaspadai… parah sekali!

jadi, sekali lagi, tulisan ini bukan bermaksud hendak memojokkan para ikhwan. Atau menganggap bahwa semua ikhwan itu sama. Tulisan ini adalah bentuk peringatan saya kepada para akhwat agar berhati hati.

Karena wanita, sangat rapuh hatinya.

4 thoughts on “Ikhwan Modus, Fenomena Remaja Jaman Now

  1. Alhamdulillah manfaat banget ilmunya.. sedikit banyak saya bisa belajar menjadi ikhwan yang bijaksana.. makasih banyak min.. moga adminnya tetep konsisten ngeshare ilmunya..

  2. Alhamdulillah…
    Artikel yg inspiratif
    Tapi kok ana kebalikan nya ya
    Lebih sering di inbox si akhwat

    Maklum ana seorang pribadi yg ogah chatt’an & rajin posting artikel ilmu agama
    Jadi gitu deh, di kepoin si akhwat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *