Bahagia Setelah Menikah

bahagia setelah menikah

Bahagia Setelah Menikah –

Hidup ini singkat, yang lama adalah pertanggungjawabannya.

Hal yang paling jauh dari kita adalah masa lalu, karena kita takkan pernah menginjakkan kaki kesana lagi.

Ingatkah kawan dengan nama teman sebangku di kelas 4 SD? Atau mungkin hari apa ketika pertama kali kita masuk kelas 2 SMP?

Banyak dari kejadian masa lalu telah menjadi kenangan. Dan banyak hal dulu kita miliki sekarang berada dalam satu folder bernama ‘kehilangan’.

Waktu berlalu tak terhenti. Menyeret umur kita hari demi hari.

Kita seringkali merasa bosan karena punya terlalu banyak waktu luang. Itu semua karena kita sendiri tidak mengerti apa yang hendak kita lakukan dalam hidup kita.

Apa tujuan hidup kita? Apa yang ingin kita capai?

Ketika kita memiliki tujuan, maka kita akan memanfaatkan waktu kita untuk meraih tujuan itu. Hari yang merugi adalah hari yang berlalu tanpa kita isi dengan usaha kita mewujudkan mimpi.

Setiap saat adalah kerja keras, setiap momen kita manfaatkan untuk menerbangkan kita semakin dekat, pada mimpi yang ingin kita raih.

Mereka yang memiliki tujuan, takkan merasa waktunya luang. Justru seringkali, mereka berharap ada waktu lebih tersisa.

Coba deh, tanyakan hal ini pada mereka yang serius mengerjakan ujian nasional. Atau mereka yang sedang asyik menaikkan level di game mobile. Yang mereka butuhkan adalah tambahan waktu!

Karena semakin banyak waktu yang mereka gunakan, maka akan semakin baik pula pencapaian yang diraih.

Nah, itulah dahsyatnya sebuah tujuan. Sekarang, tujuan anda adalah ingin memiliki rumah tangga sakinah. Anda ingin bahagia setelah menikah. Betul?

Setiap orang ingin memiliki rumah tangga bahagia. Sakinah. Harmonis. Apapun bahasanya, intinya sama : mereka ingin meraih sebuah kehidupan pernikahan yang membawa ketentraman dalam hidup.

Tidak ada satupun yang ketika melamar anak orang akan memiliki pikiran “saya akan menciptakan sebuah rumah tangga penuh kekacauan dengan wanita ini. Saya akan berusaha membuat perkelahian minimal sehari sekali dengannya, dan saya akan mencoba istiqomah menyakiti perasaannya.”

Tidak ada satupun orang menikah pengen ribut.

Anda boleh tanya sama semua kawan anda yang sudah maupun belum menikah.

Lalu, kenapa pada kenyatannya terjadi banyak pertengkaran pada pasangan menikah? Apa yang salah?

Kenapa ternyata susah mencari bahagia setelah menikah?

Salah satu jawaban yang bisa saya berikan adalah : karena mereka tidak menempuh usaha untuk mewujudkan mimpi mereka sejak sebelum menikah.

Banyak orang ketika ditanya ‘apakah anda nantinya ingin bahagia setelah menikah?’ akan menjawab ‘ya’.

Namun ketika ditanya ‘apa yang sudah anda lakukan untuk berusaha mewujudkan mimpi mereka itu?’

Berapa banyak yang kebingungan menjawab?

Masih banyak orang di luar sana, yang mengira bahwa kebahagiaan dalam sebuah pernikahan itu ibarat segelas air putih di rumah makan padang : datang tersaji dengan sendirinya, tanpa perlu kita minta, tanpa perlu kita usahakan.

Pokoknya yang paling rumit dalam sebuah pernikahan adalah resepsinya, setelah itu semuanya akan bahagia dan damai secara otomatis. Happily ever after.

Nah, bayangkan betapa terkejutnya orang orang ini ketika ternyata bahagia tak tersaji otomatis, tak semudah yang dipikirkan sebelumnya. Dan semuanya sudah terlambat untuk diperbaiki.

Ada juga tipe orang kedua, yang memiliki pola pemikiran berbeda. Mereka menyadari bahwa bahagia setelah menikah perlu diupayakan dan dipelajari. Namun mereka hanya memiliki satu jawaban simple untuk masalah ini.

Bagi mereka cara untuk belajar memahami bagaimana kehidupan setelah menikah adalah dengan melakukan simulasi bernama pacaran. Mereka menganggap bahwa pacaran adalah cara memahami karakter pasangan, belajar menghadapi konflik dan sebagainya. Semacam try out.

Simplifikasi semacam ini juga berbahaya, karena pada kenyataannya, yang dilakukan orang selama pacaran berbeda jauh dengan kehidupan yang dijalani pasca menikah.

Aktivitas mereka yang berpacaran sebagian besar adalah kegiatan bersenang senang bersama. Have fun bareng. Kegiatan yang seringkali menghabiskan uang. Tidak percaya? Coba saja jawab, setiap kali kencan dengan pacar, kebanyakan orang pacaran akan mengeluarkan uang atau menghasilkan uang?

Padahal, mereka yang telah menikah tentu akan paham, bahwa dalam pernikahan, faktor ekonomi adalah salah satu pilar yang perlu diupayakan. Pasangan menikah akan berupaya semaksimal mungkin, bagaimana caranya agar bisa menghasilkan uang.

Kegiatan pacaran adalah kegiatan konsumtif. Sementara kegiatan dalam pernikahan adalah kegiatan produktif. Dan ini beda sekali.

Selain itu, pacaran juga dilarang dalam agama. Karena merupakan bentuk mendekati zina. Nah lo?

Lalu, kalau kasusnya semacam ini :

  1. Bahagia setelah menikah tak tersaji otomatis
  2. Pacaran bukanlah solusi untuk mempelajari cara mewujudkan rumah tangga bahagia.

Terus, apa usaha yang benar untuk mewujudkan rumah tangga bahagia sejak sebelum menikah?

Sayangnya, ilmu semacam ini tidak diajarkan dalam jenjang pendidikan formal kita. Padahal ilmu ini justru sangat dibutuhkan oleh sebagian besar (kalau bukan semua) manusia.

Kita bisa saja tidak perlu megetahui susunan tabel unsur periodic dalam ilmu kimia. Namun jelas kita membutuhkan cara mengatasi konflik dalam ruamh tangga kita.

Iya nggak?

Cara terbaik untuk meraih mimpi pernikahan bahagia adalah dengan berusaha meraihnya sejak sebelum menikah. Bagaimana caranya? Dengan mempelajari apa saja yang kita butuhkan dalam kehidupan rumah tangga.

Misalkan anda berpikir bahwa anda ingin memberikan penghasilan yang layak untuk keluarga, maka sejak sebelum menikah anda mengasah skill anda dalam mencari uang.

Anda ingin menjadi pengajar Alquran yang baik bagi anak anda? Belajarlah Alquran sejak sebelum menikah.

Anda ingin mengetahui cara berkomunikasi efektif dengan pasangan anda? Ikutilah kelas kelas komunikasi atau training keluarga idaman.

Banyak banyak membaca buku mengenai parenting dan keluarga.

Banyak banyak menambah ilmu dengan mengikuti kajian dan seminar rumah tangga.

Belajar dari pengalaman mereka yang sudah berkeluarga puluhan tahun dan sukses menghasilkan generasi baru yang memiliki akhlak mulia.

Melatih kedewasaan diri dan manajemen emosi.

Banyak yang bisa kita lakukan, sebelum nantinya benar benar terjun langsung praktek lapangan dengan pasangan halal.

Anda perlu tahu dulu, apa yang ingin anda raih dalam rumah tangga anda? Sehingga anda dapat mempersiapkan bekal yang anda perlukan sejak sekarang.

Yang tidak kalah penting, setelah anda tahu tipe rumah tangga apa yang ingin anda wujudkan di masa depan, anda harus mencari partner hidup yang memiliki visi serupa dengan anda. Atau paling tidak dia memiliki visi yang mendekati visi anda. Sehingga nantinya anda dan pasangan akan bisa berkolaborasi dengan baik mewujudkan mimpi. Bukan malah saling jegal karena memiliki tujuan yang berbeda.

Misalkan anda berharap tinggal di perdesaan karena ingin membesarkan anak dalam suasana yang tenang, namun pasangan anda ingin membesarkan anak di kota besar yang memiliki banyak akses hiburan. Tentu ini adalah hal yang perlu diperjelas dan diselesaikan sejak masa taaruf.

Jangan sampai, sudah terlanjur berjalan rumah tangganya, baru saling serang karena merasa pasangan menghalangi impiannya. Jangan sampai!

Rencanakan dengan baik rumah tangga anda sejak dini, sedetail dan selengkap mungkin.

Sehingga anda memiliki peta yang jelas saat tiba waktunya melangkah.

Dan semoga, kelak orang lain akan belajar pada anda. Ketika suatu saat mereka melihat betapa baiknya anda mengatur rumah tangga anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *