7 Alasan Menunda Nikah Dan Cara Menyikapinya

7 alasan menunda nikah – apa yang biasa dikatakan seorang pria untuk menghindari ajakan menikah?

alasan menunda nikah

Seringkali pria memakai alasan klasik untuk menunda melamar pacarnya. Saking klasiknya, alasan menunda nikah ini jadi umum dipakai dan populer.

Apa saja 7 alasan menunda nikah yang biasa dikemukakan seorang pria? simak :

1. Belum Punya Biaya

Saya orang nggak punya, dari keluarga biasa. Saya belum ada biaya yang cukup untuk melamar kamu. Kita jalani saja dulu hubungan ini sambil saya nabung. Kasih saya waktu 2-3 tahun.

Ini alasan menunda nikah yang sangat sering dipakai. Udah jadi lagu lama. Ada yang benar benar dia nggak punya uang (biasanya tipe pria yang menjadi tulang punggung keluarga, misalnya dia masih membiayai adiknya sekolah atau masih mensupport biaya hidup bulanan ibunya) dan ada yang benar benar memakai ini sebagai sekedar alasan (biasanya tipe pria yang pengaturan keuangan amburadul, tiap kencan selalu habis biaya lumayan banyak, rokok ngebul dengan lancar, uang dipakai untuk belanja dan memenuhi hobinya tapi isi tabungan nikah tersendat sendat)

Bagaimanapun, udah jelas pria semacam ini belum siap menikah. Dia belum siap menikah baik karena masih fokus membiayai keluarga atau masih fokus membiayai kesenangan pribadinya. Dan dia sekedar ingin mengajak pacaran kamu saja.

Padahal sebenarnya, masalah biaya ini sangat relatif sekali besarannya, kalau memang serius ingin menikahi.

Apa buktinya?

Buktinya banyak orang pacaran nggak nikah-nikah karena alasan biaya. Eh begitu si cewek hamil langsung dinikahkan nggak pakai alasan biaya lagi. Langsung aja gitu besok lamaran, lusa akad, minggu depan resepsi. soalnya kalau kelamaan kuatir pas resepsi perut si cewek udah kelihatan melendung. #miris

Jadi sebenernya soal biaya ini bisa diatur kan?

2. Belum Selesai Kuliah

Mamak pengen aku lulus dulu. Kuatirnya kalau aku nikah nanti kuliahku engga selesai. 

Alasan menunda nikah yang satu ini klasik banget. Banyak dipakai oleh mahasiswa. Kuliah dibiayai orangtua, bukannya fokus biar cepat selesai kuliah, malah disambi pacaran. Akhirnya konsentrasi pecah, karena waktu luang dipakai cinta cintaan, bukan menyelesaikan tugas dan revisian.

Kalau masih kuliah, belum siap nikah (hanya pengen nikah karena terlanjur sayang), dipaksa nikah pun akan berat menjalaninya. Karena pernikahan ga kaya pacaran yg isinya senang2 saja dan antara dua insan saja. Pernikahan itu banyak tantangan dan melibatkan dua keluarga.

Jadi kalau masih kuliah dan dituntut lulus dulu, ya jangan pacaran.

Tapi apa iya nikah sambil kuliah itu impossible? Nggak juga. Buktinya banyak juga yang menikah saat kuliah dan bisa lulus (meski ada juga yang akhirnya putus kuliah karena sibuk cari nafkah). Intinya adalah kesiapan mental seseorang. Dan kesiapan mental setiap orang berbeda beda.

3. Belum Diijinkan Orangtua

Bapak belum ngasih restu aku nikah. Katanya aku masih kayak anak anak. Kerjaan juga belum ada.

Kebanyakan yang ngomong gini, biasanya memang mereka sudah terlanjur punya pacar. Dan sudah saling sayang. Terus mendadak minta dinikahkan sama ortunya. Terus si ortu kaget, akhirnya menolak atau menyuruh menunda.

Coba deh berpikir jernih (pakai nada suara Cak Lontong). Kalau memang ortu belum mengijinkan maka tentu ada alasannya. Meski mungkin alasan itu nggak semuanya disampaikan sama kamu. Yang jelas ortu adalah sosok yang mengenal karakter kamu sejak kamu bayi.

Janganlah keburu menyimpulkan bahwa ortu menghalangi niat baik kamu atau ortu kurang mendukung. Bisa jadi memang ortu melihat anda belum dewasa secara sikap dan belum matang dari perilaku.

Coba direnungkan kembali sambil minum sprite.

4. Masih Mau Menata Karir

Udah ada sih pekerjaan, tapi belum pekerjaan tetap. Masih serabutan sana sini. Saya pengen fokus sama karir biar sukses dulu. Biar bisa bahagiain kamu. Lagian juga sayang ijazahnya kalau nggak dipakai.

Ada cerita menarik soal alasan keempat ini. Suatu kali, kami menerima curhat seorang pria. Dia memiliki teman seorang wanita (teman biasa), dan baru bertemu satu kali pas si pria main silaturahim ke rumahnya ketika lebaran.

Nah, ternyata kemudian si wanita meminta pria ini untuk mengkhitbahnya, padahal si pria masih kuliah, belum mapan dan belum memiliki pekerjaan tetap. Si lelaki ini ragu.

Akhirnya kami memberi saran pada si pria untuk melakukan langkah berikut :

  • Jika anda tahu si wanita baik agama dan akhlaknya, serta anda tidak keberatan dg fisiknya, lanjutkan dengan istikharah.
  • Kalau setelah istikharah merasa mantap, majulah!
  • Anda lelaki. Jangan takut masalah nafkah dan sebagainya. Selama ada kemauan mencari, rejeki akan mengalir sendiri. Allah ﷻ‎ sudah janjikan akan membantu, maka jangan anda surut, maju!

Semoga ini adalah awal indah sebuah perjuangan. Perjuangan meraih ridhaNya. Jangan berharap berjuang itu mudah, tapi bila niat dan caranya benar, yakinlah semua akan berakhir indah.

LAKI : KUDU BERNYALI.

5. Kakak Belum Menikah

Aku ga boleh nikah karena kakakku belum nikah.

Ini juga sering terjadi. Bahkan sudah pernah kami tulis di buku kami JANGAN JANGAN KITA BERJODOH halaman 176.

Banyak orangtua yang belum membolehkan adik melangkahi kakak. Kadang orangtua mengijinkan, tapi si kakak yang belum nikah nggak mengijinkan.

Padahal si adik sudah memiliki pacar dan sudah sangat rawan terjerumus dalam maksiat.

6. Belum Siap

Rumah tangga itu nggak semudah yang dibayangkan. Aku perlu belajar dulu sambil menata masa depan. Jangan buru buru. Semua orang punya prinsip hidup masing masing. Kita nikmati dulu masa melajang ini.

Nah lho, kalau udah jelas belum siap nikah dan belum pengen buru buru nikah. Kenapa ngajak pacaran? Kenapa ngebaperin anak orang siang malam?

Udahlah kalau memang belum siap ya fair aja. Single dulu sambil siapkan diri. Kenapa ngebet banget pengen romantisan padahal diri belum mampu?

Suka banyak yang bilang “kenapa sih ngebet banget pengen nikah? Nggak tahan ya? Pengen ya?”

Padahal yang pacaran nggak pernah tuh dibilangin “kenapa sih ngebet banget cari pacar? Nggak tahan pengen zina?”

Sekali lagi : Fair aja.

7. Belum Yakin Sama Kamu

Aku masih belum yakin sama kamu. Biarlah seiring waktu membuktikan. Apakah kamu memang jodohku.

Heh homo sapien, Kalo belon yakin ngapain wara wiri ngajak jalan tiap minggu? Alasan menunda nikah ini adalah alasan paling kampret dan nggak masuk akal.

Mana ada dengan pacaran jadi yakin sama jodohnya. Yang ada dengan pacaran justru jadi banyak drama.

Kalau mau yakin, istikharah aja. Jangan lupa diskusi sama keluarga, terus buruan lamar.

Gak usah pakai alasan basi.

~~~

Nah itu tadi 7 alasan menunda nikah yang sering diucapkan pria. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan seorang wanita?

Kalau kamu mendengar satu dari 7 alasan ini keluar dari mulut pacarmu. Maka sadarilah, dia belum siap dan belum mampu untuk terikat dalam komitmen rumah tangga.

Lalu apa yang sebaiknya kamu lakukan?

Putus dulu, jangan terburu buru. Seringkali orang TIDAK SIAP NIKAH tapi MEMAKSAKAN DIRI karena terlanjur punya pacar.

Maka islam dengan bijak telah melarang pacaran.

Berat mau putus? Tentu. Ibarat orang sudah terlanjur kecanduan narkoba, berhenti tentu susah. Tapi dia tetap harus berhenti.

Kamu kecanduan cinta. Menghapus dari hati susah? Banget. Tapi ya tetap harus dihapus rasa tak halal itu.

Memang pacaran itu salah, dan segala kerumitan ini diawali dari kesalahan itu. Terlanjur berbuat salah, akibatnya hati terlanjur cinta sama yg ga halal. Akibatnya maksa mau nikah, pas dilarang jadi bingung.

Satu kesalahan membuat hidup jadi berat.

Minta bantuan orang tua untuk menjauhkan dari si dia. Banyak dzikir dan doa. Isi hari dengan kegiatan penuh agar tak sempat mikirin si dia.

Jangan menyerah sebelum mencoba.

Bagaimana kalau kami berdua siap menikah tapi orangtua masih menunda? mungkin orangtua belum tahu kalau anda siap nikah karena anda belum menunjukkannya? Tanda siap nikah itu bukan dengan memiliki pacar lho…

Tunjukkan bahwa anda pribadi yang dewasa, anda mampu menabung berapapun gaji anda, anda mampu mengambil keputusan keputusan dalam hidup dengan baik dan konsekuen. Bicaralah dengan ortu secara dewasa. Muliakan dan hormati mereka. Tunjukkan kasih sayang anda pada mereka secara tulus.

Dan jangan lupa berdoa serta istikharah. Ortu anda tak sepenuhnya jahat atau terlalu memberatkan materi kok, saya yakin. Hanya saja kita terburu buru berprasangka buruk ketika keinginan kita tak dituruti.

Padahal bisa jadi, masalahnya ada pada diri kita.

Lalu kalau udah putus, bagaimana cara kita mencari jodoh? Datanglah ke kajian ilmu agama islam. Datangi secara rutin minimal seminggu sekali. Jangan malas!

Disana kamu akan ketemu orang2 dan lingkungan yg baik. lama kelamaan kamu akan mengenal mereka dan mereka akan mengenalmu. Kalau sudah saling dekat, bisa minta tolong ustadzah untuk bantu taaarufkan.

Belum tahu apa itu taaruf? coba deh baca buku SAH.

(eaa ujung ujungnya promosi)

(bikin kezel)

13 thoughts on “7 Alasan Menunda Nikah Dan Cara Menyikapinya

  1. Bila wanitanya yg menunda dengan alasan belum siap, belum lulus kuliah, kamunya belum mapan, atau menolak saat taaruf kamunya belum tampan. Gimana menurut pendapat mimin, dan kenapa sering kali korbanya selalu wanita? Dan si lelaki penjahatnya?? Terima kasih sebelumnya

    1. Kalau wanita nggak siap dinikahi, atau menolak dinikahi, lelaki bisa mencari wanita lain. Tapi kalau wanita, ketika sudah dijanjikan akan dinikahi, dia tidak memiliki banyak pilihan selain mengharap janjinya itu segera terlaksana. Lelaki lebih mudah move on. Sayangnya, dalam hal jodoh, wanita memang lebih rentan, dan karena itu lebih sering menjadi ‘korban’.

  2. Lalu bagaimana kl kita hanya di kota kecil, tidak tahu dimana ada info kajian dll. Krn sampai skrg saya mencari blm ketemu jg itu kajian atw pengajian.

    1. saya sendiri tinggal di pedalaman maluku, di ujung pulau. tidak ada kajian sama sekali. namun saya bersama kawan kawan mengundangn ustad dari kota lain untuk sesekali mengisi kajian. kalau tidak ada kajian, buat kajian. semoga jadi pahala bagi anda.

  3. Tapi min, kalau yg alasan masih anak” kalau saya dan pasangan sudah saling matang gimana? Bukankah menunda menikah itu malah akan menambah dosa saya dan pasangan saya?…. Kadang org tua bicara begini ” yakin kamu mau nikah ? Yakin ga nyesel dgn kehilangan masa remajamu” . Mohon di bantu min untuk ngasih penjelasan ke org tua kami

    1. ada dua sisi. yang pertama memang kamu dan pacar masih belum sepenuhnya dewasa, namun kadung pacaran jadi kadung ngerasa dewasa. dan kedua memang sebenarnya sudah layak nikah karena sudah bisa mandiri secara finansial dan emosional. kalau kasus pertama, solusinya putus. jangan pacaran. kalau kasus kedua solusinya buktikan bahwa anda benar benar sudah mandiri dan matang (bisa biayai semua kebutuhan sendiri, sudah punya tabungan cukup, sudah tidak pernah dikasi uang ortu bahkan bisa ngasi ortu dari gaji bulanan, sudah bisa menghandle masalah dengan bijak, tidak ada sengketa dengan keluarga dll)

  4. Saya ingin sekali menikah di tahun depan, namun saya ada kendala sama seperti di poin 1. Saya masih kuliah kebetulan sekarang mau tingkat akhir, alhamdulillah saya sudah bekerja di salah satu supermarket dan mengajar di sekolah sdit di kota saya. Namun jujur saya belum punya modal dan belum bisa menabung untuk nikah karena uang gaji saya habis untuk kasih ke orang tua, bayar kuliah, setoran motor, dan pembayaran lain yang kurang pantas saya bicarakan disini. Namun saya punya niatan untuk menjual motor tersebut untuk di jadikan tambahan modal nikah setelah lunas nanti dan saya masih beranggapan bahwa biaya nikah itu mahal dan perlu dana yang lumayan yang intinya biaya untuk resepsinya. Saya terkadang suka minder dan takut kalau nantinya di tuntut untuk harus membawakan uang sekian oleh pihak orang tua perempuan yang di luar kemampuan saya. Niat saya ingin menikah selepas lulus kuliah ( bayar kuliah, setoran motor, pembayaran lain nya selesai di bulan agustus 2018). Menurut pak mimin bagaimana? Saya masih sendiri dan memutuskan untuk sendiri dari 2014. Mohon masukan nya dan saya yakin Allah akan memberikan jalan Nya dengan skema yang terbaik.

    1. kalau belum mampu, benar benar belum mampu, maka tahan diri dulu saja mas. tapi sekiranya memungkinkan mungkin mas bisa cari calon wanita yang ortunya tidak memberatkan… jadi misal pas taaruf mas langsung nanya “saya tidak punya tabungan, tapi niat saya kuat. sekiranya nanti nikah saya cuma ngasi seserahan sekian ratus ribu apakah berkenan?” nah kalau ada yang mau maka alhamdulillah..

  5. Saya ingin bertanya.. saya punya pacar tapi jauh sudah lama kami tak bertemu.. tetapi dia yakin ingin menikahi saya di tahun depan.. dan posisi saat ini sy masih kuliah sambil kerja.. dan saya saat belum siap untuk cerita ke orangtua saya atas dia menikahi saya..
    Kira kira apa yg harus sy lakukan.. trima kasih..

    1. meski jauh, bukan berarti bebas dari zina hati dan zina mata… lebih baik kalau belum siap maka putus saja… bukankah itu lebih menentramkan hati.

  6. Kok aku sedih y baca artikelnya.
    Alasannya bener banget.
    Udah mau 4 tahun aku ngejalanin sm dia di t4 perantauan krn aku dapat penempatan kerja di papua 5 thn lalu.
    Sampe skrg msh ngejalanin, gak prnh putus dan gak prnh ada pihak ketiga.
    Alasannya dulu mau selesaiin kuliah, udah lulus msh sementara cicil rumah dan kumpulin uang panai’. Tp saat menjalani hubungan ini, setiap hari aku berfikir aku hrs gimana ya. Aku pengen bngt menikah, malu sm umur yg thn depan akan menginjak kepala 3. Aku prnh menolak 2 kali dijodohkan sm keluargaku krn aku sdh terlanjur syg sm dia. Tp Skrg kok aku mulai pesimis, gerah dgn hubungan yg entah akan kemana. Apalagi ditambah sama2 sibuk dgn kerjaan. Buat Mas Rizal, jgn terlalu sibuk, inget umur dan ingat udah mau kiamat. #inginkuberkatakasar 😭

    1. mungkin sudah saatnya terbuka pada opsi lain yang dipilihkan keluarga. Asal dia baik agama dan akhlaknya serta serius mau menikahi… mensudahi itu berat, tapi lebih berat bertahan tanpa kepastian… kadang lelaki kalau tidak dimotivasi dia tak ambil pusing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *