10 Tips Menjalani Long Distance Marriage

Long distance marriage adalah suatu keadaan dimana sepasang suami istri terpaksa berjauhan, tidak tinggal dalam satu rumah, karena satu atau beberapa alasan. Bukan karena lagi berantem atau cek cok lho ya.

 

Nikahasik
Iklim rumah tangga mereka baik baik saja. Namun karena sesuatu hal mereka terpaksa tidak bisa hidup bersama dalam satu bangunan. Salah satu contoh yang paling mudah adalah rumah tangga para tentara. Seringkali, bapak bapak tentara ini ditugaskan oleh Negara untuk menjaga suatu daerah tertentu atau mendatangi sebuah tempat tertentu yang jauh dari rumahnya.
Akibatnya, mereka terpaksa meninggalkan istri (dan anak mereka) dalam jangka waktu yang cukup lama. Biasanya sampai beberapa bulan. Keadaan ini merupakan salah satu contoh long distance marriage yang paling sering kita temui.
Memang, salah satu yang paling sering menjadi alasan sebuah keluarga menjalani long distance marriage adalah masalah pekerjaan. Seperti kawan saya yang suaminya bekerja di kota lain, terpaksa menjalani long distance marriage karena suaminya hanya bisa pulang seminggu sekali setiap akhir pekan.
Ada juga, orang lain yang terpaksa menjalani long distance marriage karena harus merawat orangtuanya yang memang membutuhkan bantuan. Sementara pasangan lain terpaksa long distance marriage karena harus menyelesaikan pendidikan di kota yang berbeda.
Banyak alasan yang terungkap, kenapa sepasang suami istri yang saling mencintai diharuskan berjauhan untuk sementara. Padahal yang paling indah bagi mereka tentu tinggal serumah bersama.
Nah, berikut ini kami sajikan beberapa tips yang sebaiknya dilakukan oleh pasangan yang sedang menjalani long distance marriage. Silahkan disimak ya.

1. Jaga Komunikasi
Selalu menjaga komunikasi dengan pasangan kala berjauhan. Karena dalam rumah tangga, komunikasi menjadi hal penting untuk menjaga keharmonisan. Sering seringlah telepon istri. Di jaman yang sudah serba canggih ini rasanya tidak susah lagi untuk berkomunikasi. Sesekali usahakan video call dengan anak, sehingga mereka tidak merasa kehilangan figur seorang ayah.
Ingatkan juga anak istri anda untuk selalu memperbanyak ibadah, karena sudah kewajiban seorang suami untuk senantiasa mendekatkan keluarganya pada agama. Semangati selalu keluarga untuk beribadah padaNya.

2. Penuhi Kebutuhannya.
Meskipun berjauhan, jangan sampai melupakan kewajiban. Jaga terus nafkah agar anak istri tidak kekurangan di rumah. Setiap telepon, tanyakan apakah keluarga tercinta memiliki kebutuhan yang belum ditunaikan. Jangan sampai istri saking butuhnya hingga terpaksa berhutang tanpa sepengetahuan suami.

3. Jaga Kepercayaan.
Kondisi berjauhan rentan menimbulkan rasa was was. Hal ini terutama dialami oleh para wanita. Yakinkan istri anda bahwa long distance marriage tidak akan mengurangi rasa cinta anda. Tunjukkan bahwa anda adalah seorang suami yang bisa menjaga kesetiaan. Hal ini juga berlaku bagi istri, ketika berjauhan dengan suami jangan sampai menerima tamu lelaki tanpa ada keluarga lain yang menemani. Apalagi tanpa sepengetahuan suami. Bisa berbahaya.
Ingat, sebaik apapun sosok lain di luar sana. Tetap yang terbaik bagi anda adalah pasangan halal anda sendiri. Karena dialah yang telah mendukung anda sejak awal anda berjuang. Maka janganlah mudah berpaling.

4. sesekali pulang.
Ada kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi hanya melalui telepon. Sesekali pulanglah menjenguk anak dan istri di rumah. Sekalian melihat langsung keadaan fisik dan mental keluarga yang sudah lama anda tinggalkan. Sesibuk apapun dan sesulit apapun, usahakan untuk sesekali pulang ke rumah menemani keluarga tercinta.

5. berikan kejutan.
Kejutan kejutan kecil akan semakin menambah keintiman anda dengan pasangan. Berikan kejutan ringan yang membahagiakan pasangan anda. Misalkan membawakan hadiah saat anda pulang, atau sekedar mengirimkan pulsa kepada pasangan anda. Buat istri yang ditinggal di rumah merawat anak, sesekali anda bisa mengirimkan foto buah hati pada suami sebagai obat kangen. Istri juga tidak perlu segan mengirimkan foto dirinya kepada suami dalam kondisi secantik mungkin. Siapa tahu hal ini semakin menambah semangat suami untuk secepatnya kembali. Jika memungkinkan, istri juga bisa mengirimkan makanan hasil masakannya sendiri untuk suami tercinta, barangkali jadi makin kangen pulang kalau suami makan masakan istrinya.
Salah satu yang tidak kami sarankan adalah anda memberi kejutan yang tidak disukai pasangan, misalkan ketika anda pulang ke rumah, anda memberi kejutan berupa istri baru. Itu tentu malah akan memperkeruh suasana rumah tangga anda. Percayalah!

6. tunjukkan perhatian.
Berjauhan karena jarak, bukan berarti hati juga saling berjauhan. Anda tetap bisa saling merekatkan hati dengan banyak memberi perhatian. Tunjukkan bahwa anda adalah pasangan terbaik yang selalu bisa menjadi tempat curhat dan tempat mengadu segala peristiwa yang dialami pasangan.
Selalu siap menampung keluhan pasangan meski berjauhan. Apalagi jika anda bisa membantu memberikan solusi, atau sekedar kata kata manis penghibur hati.

7. jaga kesehatan
Sakit dalam kondisi long distance marriage adalah hal yang sebisa mungkin dihindari. Memang kesehatan adalah anugerah dari Nya, namun kita bisa berikhtiar dengan sebisa mungkin menjaga kondisi badan agar tidak terserang penyakit. Misalkan dengan rutin olahraga, banyak minum air putih, jaga pola makan dan pola tidur, serta konsumsi makanan sehat.
Pernah ada sahabat mimin yang long distance marriage. Lalu sang suami jatuh sakit. Akhirnya terpaksa istrinya datang merawat dengan kondisi menitipkan anak mereka pada mertua di kampung halaman. Tentu hal ini menjadi beban tersendiri bagi sang istri, di satu sisi dia berkeinginan merawat suami hingga sembuh. Di sisi lain dia juga khawatir akan keadaan anaknya yang jauh dari pelukan. Semoga kita dihindarkan dari situasi semacam ini.

8. saling mendukung.
Suami yang berjauhan dari istrinya, akan merasa lebih tenang ketika mengetahui istrinya merawat rumahnya dengan baik dan menjaga anaknya dengan baik. Istri yang berjauhan dari suaminya, akan merasa nyaman apabila sang suami bisa meyakinkan bahwa dialah satu satunya wanita yang ada di hati suami. Saling mendukung dan menguatkan, jauhi segala bentuk kecurigaan. Jangan dengarkan perkataan negatif yang bertujuan merusak keharmonisan rumah tangga. Karena menjalani long distance marriage sudah berat, jangan dibuat semakin berat dengan prasangka, curiga dan cemburu buta.

9. saling mendoakan
Ketika anda memiliki prasangka buruk pada pasangan, segeralah beristighfar dan banyak berdzikir. Janga biarkan setan menakuti anda dengan segala skenario buruk yang mungkin terjadi. Bisa jadi ini semua hanyalah khayalan dan ketakutan berlebihan anda. Ingatlah satu hal, bahwa jodoh sudah ditentukan olehNya. Maka sedekat apapun anda dengan pasangan, apabila memang ditakdirkan berpisah maka akan berpisah juga. Sebaliknya sejauh apapun anda dengan pasangan, jika ternyata memang masih jodohnya maka akan tetap langgeng.
Doakan saja dan selalu memohon padaNya agar anda dan pasangan senantiasa diberikan sakinah dalam rumah tangga.

10. kenali lingkungan
Pahami lingkungan pasangan anda, kenali dengan siapa suami atau istri bergaul dalam keseharian di lingkungannya. Hal ini juga berguna ketika suatu saat anda tidak bisa menghubungi pasangan, maka anda bisa meminta bantuan dengan kenalan yang berdekatan dengan pasangan anda di perantauan.
Memang yang terdekat di hati adalah pasangan, tapi dalam kasus long distance marriage, yang terdekat secara fisik tetaplah tetangga atau rekan kerja pasangan anda. Kenali dan akrabi, barangkali suatu saat anda membutuhkan bantuan ketika pasangan anda sedang mengalami masalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *